Minggu, Agustus 14, 2022
Sejarah

Pertempuran Manzikert berabad-abad berlalu gaungnya masih terasa

TURKINESIA.NET – Turki pada 26 Agustus memperingati pertempuran yang terjadi hampir satu milenium yang lalu, konflik yang terus  bergema dalam di tanah Anatolia dan sejarah dunia bahkan berabad-abad kemudian.

Pada 26 Agustus 1071, pasukan Seljuk Turki dan Kekaisaran Bizantium bentrok di dataran Manzikert (Malazgirt) di tempat yang sekarang bernama Muş, di timur Turki. Pertempuran berakhir dengan kemenangan yang menentukan dan berpengaruh bagi Seljuk.

Pertempuran Manzikert, 948 tahun lalu, adalah salah satu titik balik paling penting dari sejarah abad pertengahan, karena setelah Bizantium menderita kekalahan, gerbang Anatolia terbuka penuh untuk tempat tinggal bangsa Turki.

Kemenangan Sultan Alp Arslan  mempercepat kemunduran Kekaisaran Bizantium dan menyebabkan lebih banyak orang Turki menetap di wilayah tersebut, membuka jalan bagi Kekaisaran Ottoman dan Republik Turki modern.

Pertempuran ini juga mendapatkan tempat yang unik dalam sejarah militer Turki, karena jumlah pasukan mereka kalah dua banding satu, dengan 25.000 tentara versus 50.000 Bizantium.

Strategi sabres Sultan Alp Arslan (Turan) memainkan peran penting dalam pertempuran. Dalam manuver tradisional Turki ini, sayap Seljuk mencoba mengepung Bizantium, sementara pasukan pusat mereka berpura-pura mundur untuk menimbulkan kebingungan.

Hasilnya melemahkan cengkeraman Kekaisaran Bizantium di Anatolia dan akhirnya menyebabkan disintegrasi, serta pembentukan beyliks Turki baru (kerajaan), dan bahkan, berabad-abad kemudian muncul sebuah kerajaan yang perkasa: Kekaisaran Ottoman.

[adinserter name=”Block 1″]

Pada 26 Agustus kemarin, puluhan ribu orang Turki memperingati hari pertempuran ini. Mereka berbondong-bondong ke dataran Malazgirt, di mana sebuah festival untuk memperingati kemenangan sedang diadakan.

Baca juga  Boris Johnson, keturunan Muslim dan Menteri Ottoman terpilih jadi PM Inggris

Penyelenggara festival mengharapkan lebih dari 200.000 orang menghadiri festival, yang selain merayakan sejarah juga bertujuan untuk meningkatkan persatuan dan kesadaran nasional.

Di festival tersebut juga dapat dimenikmati berbagai kegiatan tradisional yang berakar pada budaya olahraga kuno Turki seperti memanah, panahan berkuda, melempar lembing, dan gulat minyak hingga menonton kelompok-kelompok cerita rakyat menampilkan tarian tradisional.

[adinserter name=”Block 1″]

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan turut hadir di acara tersebut, bersama dengan sejumlah negarawan Turki terkemuka lainnya, dan menyampaikan pidato tentang pentingnya pertempuran di hadapan ribuan orang. [Hurriyet Daily News]

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: