- Advertisement -
Uncategorised

Presiden Venezuela sampaikan terima kasih ke Turki, Rusia dan China

TURKINESIA.NET -Presiden Venezuela menyatakan rasa terima kasihnya kepada Turki, Rusia dan China pada hari Kamis [25/01] atas dukungan mereka setelah pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya “presiden sementara”.

“Saya berterima kasih kepada Rusia, China, Turki dan pemerintah lain serta masyarakat dunia atas dukungan kuat mereka terhadap pemerintah Venezuela yang didirikan secara sah,” kata Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam tweet yang dibagikan di akun media sosial resminya.

“Venezuela tidak sendirian!” dia menambahkan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menyuarakan solidaritas dengan Maduro Kamis pagi, sehari setelah Washington mengakui Guaido sebagai pemimpin sementara Venezuela.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut campur tangan asing terhadap urusan dalam negeri Venezuela sebagai pelanggaran serius atas hukum internasional.

China juga mengatakan mendukung “upaya” pemerintah Venezuela untuk mengamankan kedaulatan nasionalnya.

Sementara itu, kelompok perlawanan Palestina Hamas dalam sebuah pernyataan tertulis mengutuk upaya kudeta dan intervensi terbuka AS dalam urusan internal Venezuela.

Hamas juga memuji rakyat Venezuela karena menentang rencana dan mendukung pemerintah, yang tanpa syarat mendukung masalah Palestina.

Anggota kongres Muslim AS Ihan Omar juga mengutuk upaya kudeta tersebut.

“Kudeta yang didukung AS di Venezuela bukanlah solusi untuk masalah-masalah mengerikan yang mereka hadapi. Upaya [Presiden Donald] Trump untuk memasang oposisi paling kanan hanya akan menghasut kekerasan dan semakin mengganggu stabilitas kawasan. Kita harus mendukung upaya Meksiko, Uruguay & Vatikan untuk memfasilitasi dialog damai,” katanya di halaman Twitter-nya.

Semakin banyak negara telah berbaris di belakang Guaido yang merupakan Kepala Majelis Nasional. Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden berdasarkan Pasal 333 dan 350 Konstitusi Venezuela di tengah protes massa anti-pemerintah atas krisis ekonomi negara itu.

Baca juga  Turki tidak akan akui pencaplokan Krimea

Deklarasi Guaido dengan cepat diakui oleh AS, Kanada, dan beberapa negara Amerika Latin.

Maduro pertama kali menjabat pada tahun 2013 setelah kematian pendahulunya Hugo Chavez.

Setelah dilantik awal bulan ini, ia akan memerintah untuk masa enam tahun hingga 2025.

AS telah mengkritik Maduro selama masa jabatannya dan telah menunjukkan dukungan kepada Majelis Nasional sebagai “sisa terakhir demokrasi”.  [A News]

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: