Senin, Agustus 8, 2022
Indonesia-Turki

Produser Indonesia buat serial film tentang Jalaluddin Rumi di Turki

Jalaluddin Rumi
serial film tentang Jalaluddin Rumi

TURKINESIA.NET – JAKARTA. Produser film asal Indonesia Ervina Isleyen yang mengagumi Maulana Jalaluddin Rumi, seorang tokoh sufi dan penyair Muslim, sedang melakukan pengambilan gambar untuk serial TV impiannya di Konya, Turki.

Jalaluddin Rumi merupakan nama julukan, nama lengkap sebenarnya penyair sufi ini adalah Jalaluddin Muhammad bin Muhammad bin Husin Al Khatihbi Al Bakri.

Setelah mengenal Rumi melalui sebuah buku yang diberikan ayahnya ketika dia masih kecil, Ervina membaca banyak karya-karya sastra Rumi dalam waktu singkat.

Memiliki cinta dan kekaguman yang besar terhadap Jalaluddin Rumi usai membaca karyanya, Ervina tertarik untuk mendatangi Turki dan berziarah ke Museum Maulana [Jalaluddin Rumi].

Sebagai produser, Ervina telah memproduksi banyak serial TV dan film selama 20 tahun di Indonesia, dan kecintaannya pada Turki meningkat berkat pernikahannya dengan warga negara Turki Ugur Isleyen.

Selama proses mewujudkan impiannya membuat serial TV yang menceritakan suasana spiritual Rumi di Konya, Ervina Isleyen mendapati dirinya menderita kanker dua tahun lalu.

Namun setelah beberapa lama mendapatkan pengobatan dan kesehatannya membaik, wanita yang berusia 48 tahun itu bekerja sama dengan perusahaan produksi Turki untuk membuat karya film impiannya itu, sambil melanjutkan pengobatannya.

 

Serial ini akan ditayangkan di Indonesia selama Ramadan

Serial berjudul “I Found You”, yang syutingnya dilakukan di tempat-tempat bersejarah seperti Museum Maulana Jalaluddin Rumi, Masjid Aziziye, Bedesten, Bukit Alaaddin, Istana Fatma Sultan, akan ditayangkan di Indonesia selama Ramadan.

Ervina mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dia sangat senang bisa mewujudkan impiannya itu.

Menyoroti persiapan untuk memulai produksi yang memakan waktu dua tahun, Ervina mengatakan bahwa dirinya sekarang telah membuat serial TV paling berarti dalam hidupnya.

Baca juga  Indonesia minta pengusaha Turki desak penyelesaian IT-CEPA

Dia mengungkapkan pemeran utama dalam serial TV itu mengingatkan akan pengalaman hidupnya.

Menurut dia, cerita terpenting dari film ini adalah bagaimana seseorang mendapatkan petunjuk dari Allah untuk dapat mengatasi permasalahan hidup.

“Ceritanya tentang seorang perempuan, yang tidak pernah selesai dengan permasalahan hidupnya dan dia ingin mencari tahu kenapa semua permasalahannya selalu ada pada dirinya, sehingga ketika dia membaca buku Jalaluddin Rumi, dia memahami satu hal. Bahwa mungkin Allah akan memberikan jalan-Nya menuju istiqomah. Ketika kamu percaya dan teguh di jalan Allah, maka Allah akan selalu bersama dia,” ucap Ervina.

 

“Maulana dan Konya selalu ada dalam pikiran saya”

Ervina mengungkapkan serial tersebut memiliki makna yang dalam baginya.

“Saya mengenal Rumi melalui buku yang dibawa ayah saya ke rumah. Nama buku itu Fihi Ma Fih. Saya jatuh cinta pada sosok Rumi setelah membaca buku itu. Kemudian saya membaca buku-bukunya yang lain juga. Itu sangat mengesankan bagi saya,” ucap dia.

“Saya menemukan jawaban yang sangat bagus untuk pertanyaan di benak saya. Saya memiliki impian. Maulana [Jalaluddin Rumi] dan Konya selalu ada dalam pikiran saya,” imbuh dia.

Menyatakan selalu ingin dekat dengan Rumi, Ervina mengatakan dia berusaha menggambarkan kecintaannya pada Rumi melalui serial ini.

Rumi dan Konya merupakan sarana untuk lebih dekat dengan Allah, kata Ervina, menjelaskan bahwa dia selalu mencari cara untuk lebih dekat dengan Tuhan.

Dia menuturkan serial ini adalah proyek yang mencerminkan spiritualitasnya dan mengungkapkan isi hatinya.

“Saya ingin semua aktor di lokasi syuting merenungkan bagaimana mereka dapat memiliki spiritualitas mereka di jalan Allah dengan meresapi perasaan dan emosi ini. Sehingga penonton tidak hanya menikmati serialnya, tetapi juga merasakannya. Saya ingin penonton secara spiritual mendapatkan perasaan yang sama dalam menemukan dan memahami Allah,” pungkas dia.

Baca juga  Fadli Zon dikunjungi Dubes Turki di perpustakaan pribadinya, bahas politik hingga Hagia Sophia

Sumber: Anadolu Agency

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: