Sabtu, Agustus 20, 2022
Lifestyle

Program pemberantasan buta huruf sukses, perempuan Turki berterima kasih kepada Erdogan dan istri

Turkinesia.net – Ankara. Para perempuan yang dulu tidak memiliki kesempatan untuk menerima pendidikan formal, kini mendapatkan kesempatan kedua berkat kampanye literasi yang baru-baru ini diluncurkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan istrinya, Emine.

Para perempuan berusia 20 hingga 76 yang masih buta huruf, menggunakan pensil untuk pertama kalinya melalui program yang didukung oleh Kotamadya Küçükçekmece di Istanbul, program ini diadakan di Sefaköy Culture and Arts Centre.

Para peserta dapat memperoleh ijazah sekolah dasar setelah mengambil 300 jam kursus, dengan dua mata kuliah yang ditawarkan perhari.

Para wanita yang menghadiri kursus mengatakan bahwa mereka bertekad untuk belajar tanpa memandang usia mereka, sebagaimana melek huruf memberi pengaruh pada mereka.

“Kami semua sangat gembira dan bahagia. Kami mengalami kesenangan mencapai suatu tujuan,” kata Ayten Mutlu kepada Ihlas News Agency.

“Saya menganggap diri saya beruntung memiliki tempat dalam program ini,” tambahnya.

Permintaan untuk kursus telah meningkat secara signifikan sejak peluncuran program.

Beberapa peserta mengatakan orangtua mereka telah melarang mereka untuk sekolah ketika mereka masih kecil/muda, atau bahwa tidak ada sumber daya pendidikan di pedesaan di mana mereka berasal.

“Ketika kami masih muda, mereka tidak mengajar gadis di desa asal saya, mereka hanya (mengajar) anak laki-laki,” Hamdiye Doğru menjelaskan.

Bagi Doğru, bisa membaca merupakan kebutuhan yang sangat penting. Sebagai pasien kanker yang menerima kemoterapi, dia khawatir dia tidak bisa mengerti sepenuhnya apa yang dijelaskan dokter tentang penyakitnya, karena dia tidak bisa membaca dokumen.

“Saya ingin [belajar] banyak dan saya sangat bersemangat. Saya berterima kasih kepada  presiden dan istrinya. Mereka memberi saya kesempatan untuk membaca dan menulis,” kata Doğru.

Baca juga  Kasus pertama virus corona di Turki, sekolah hingga universitas diliburkan

Presiden Erdoğan dan Ibu Negara Emine telah lama mendukung upaya melek huruf di Turki dan di seluruh dunia. Pasangan ini baru-baru ini muncul dalam sebuah acara untuk mendukung kampanye keaksaraan yang diluncurkan oleh Müge Anlı, pembawa acara populer ATV “Tatlı Sert” (Sweet and Tough).

Menurut data tahun 2014 dari Institut Statistik Turki (TÜİK), sekitar 9,2 persen wanita Turki tidak bisa membaca atau menulis pada tahun 2014, sedangkan laki-laki hanya 1,8 persen tidak bisa membaca. [Daily Sabah]

 

 

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: