Senin, Oktober 3, 2022
Teknologi

Resmikan pabrik senjata, Erdogan: Turki tidak akan bergantung lagi pada impor komponen hulu ledak, rudal & amunisi luar

Resmikan pabrik senjata, Erdogan: Turki tidak akan bergantung lagi pada impor komponen hulu ledak, rudal & amunisi luar - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada hari Kamis mengatakan bahwa Turki tidak akan bergantung lagi pada impor dalam hal komponen amunisi, rudal dan hulu ledak komposit.

Erdogan menyatakan bahwa Turki akan memproduksi produk-produk ini di dalam negeri dengan standar internasional di fasilitas produksi bahan energik yang baru didirikan di bawah Perusahaan Industri Mekanik dan Kimia Turki (MKEK).

Berbicara pada upacara pembukaan Pabrik Roket dan Bahan Peledak Perusahaan Barutsan yang terhubung dengan Badan Industri Mekanik dan Kimia (MKEK) di ibu kota Ankara, Erdogan mengatakan fasilitas baru itu didirikan dengan sumber daya lokal.

Bergabung dengan kelompok eksklusif negara-negara di seluruh negeri, kini Turki akan mampu memproduksi bahan peledak seperti RDX, HMX, dan CMX, ujar Presiden Turki.

“Peristiwa baru-baru ini dan embargo yang terbuka dan terselubung yang kami hadapi menciptakan kebutuhan untuk memproduksi produk-produk penting semacam itu di dalam negara kami,” kata Erdogan.

Menghantarkan Turki ke liga-liga besar, pabrik baru tersebut dapat memproduksi bahan peledak generasi terbaru, ujar Presiden Erdogan.

Dia mengungkapkan sistem mesiu modular, sesuatu yang biasa diimpor Turki, sekarang juga akan diproduksi di dalam negeri.

Fasilitas tersebut, dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 200 ton, dengan cepat didirikan hanya dalam 12 bulan dengan investasi $ 25 juta (TL 205,57 juta) di atas lahan seluas 45.000 meter persegi.

Dalam acara peresmian tersebut, MKEK, satu-satunya pabrik di dunia yang memproduksi senjata dalam semua kaliber di bawah satu atap, memperkenalkan tiga produk terbarunya.

Salah satu produk terbaru, Boran, howitzer portabel 105 mm light towed, sedang disiapkan untuk produksi massal dan tujuh unit pilot akan dikirimkan pada bulan Juni tahun ini. Howitzer memiliki jarak tembak efektif 17 km (10,56 mil) dan dapat menembakkan enam tembakan dalam satu menit.

Baca juga  Mahathir: Malaysia belajar dari kesuksesan Turki

Produk kedua yang diluncurkan dalam upacara tersebut adalah kendaraan tempur lapis baja hybrid yang dapat beroperasi baik berawak maupun tak berawak melalui remote control. Proyek kendaraan tempur lapis baja hibrida dilaksanakan dengan tujuan mengurangi ketergantungan negara pada impor mesin dan transmisi dari luar negeri sekaligus mengurangi biaya operasional dan logistik.

Sistem bubuk mesiu modular adalah produk ketiga yang diperkenalkan pada Kamis malam, dibuat seluruhnya oleh MKEK.

Kontrak pengadaan 17.000 unit sistem mesiu modular ditandatangani antara perusahaan dan Direktorat Industri Pertahanan (SSB) untuk digunakan oleh Komando Angkatan Darat Turki.

Sumber: Anadolu Agency, Daily Sabah

4.1 16 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: