Senin, Agustus 15, 2022
Politik

Sah! Turki resmi ganti nama jadi Turkiye, ini alasannya!

Turki resmi ganti nama jadi Turkiye
Turki resmi ganti nama jadi Turkiye

TURKINESIA.NET, ANKARA – Turki resmi ganti nama jadi Turkiye setelah disetujui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (1/6/2022).

Pergantian nama ini sekaligus mengubah ejaan bahasa Inggris nama negara Turkey dari tur-kiy menjadi tur-key-yay, dikutip dari World of Buzz pada Jumat (3/6/2022).

Pada Selasa, Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Cavuşoğlu telah men-tweet foto dirinya menandatangani surat pengajuan ganti nama tersebut, yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

“Dengan surat yang saya kirim ke Sekretaris Jenderal PBB hari ini, kami mendaftarkan nama negara kami dalam bahasa asing di PBB sebagai ‘Türkiye,'” tulisnya.

Dia menambahkan bahwa perubahan itu akan membantu “meningkatkan nilai merek negara kita,” sebuah inisiatif yang dimulai oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan, yang telah memimpin negara itu selama hampir dua dekade.

Selama beberapa tahun terakhir, negara tersebut telah berupaya mengubah merek pada produknya dari “Made in Turkey” menjadi “Made in Türkiye”.

Selain membuat nomenklatur PBB sesuai dengan ejaan bangsa dalam bahasa Turki, pembaruan tersebut juga akan membantu membedakan negara tersebut dari burung dengan nama yang sama dalam bahasa Inggris.

Langkah Turki untuk mengubah nama resminya menjadi “Türkiye” di PBB menyusul permintaan Ankara telah mendapat liputan media yang luas di pers internasional.

Anadolu Agency (AA) pertama kali mengumumkan bahwa PBB telah mendaftarkan “Türkiye” sebagai nama baru negara tersebut.

The Associated Press, NPR, CBS, Al Jazeera, France 24, Canberra Times, WBTV, surat kabar Yunani Kathimerini, Greek City Times dan banyak situs web mengumumkan berita tersebut, mengutip Anadolu Agency.

“Perubahan nama mungkin tampak konyol bagi sebagian orang, tetapi itu menempatkan Erdogan dalam peran pelindung, menjaga rasa hormat internasional terhadap negara itu,” kata profesor Universitas Georgetown Mustafa Aksakal seperti dikutip di The New York Times.

Baca juga  Turki prihatin atas pidato AIPAC soal Yerusalem

Surat kabar itu juga mencatat bahwa langkah itu dilakukan menjelang pemilihan presiden tahun depan serta seratus tahun berdirinya negara itu setelah pembubaran Kekaisaran Ottoman.

Sumber: Daily Sabah

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: