Senin, Oktober 3, 2022
Eropa

Sekjen NATO: Pertahanan Eropa bergantung pada negara tetangganya, termasuk Turki

Sekjen NATO: Pertahanan Eropa bergantung pada negara tetangganya, termasuk Turki - Turkinesia

TURKINESIA.NET – BRUSSEL. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada hari Kamis memperingatkan bahwa pertahanan Eropa bergantung pada ikatan trans-Atlantik yang erat dan bukan pada pencarian otonomi strategis benua. Stoltenberg juga menekankan bahwa sayap-sayap Uni Eropa dipertahankan di tenggara oleh Turki, yang berada di perbatasan dengan Suriah dan Irak dan “sangat penting dalam perang melawan Daesh dan terorisme internasional.”

Sebagian besar negara anggota UE juga merupakan negara anggota NATO dan keselamatan warganya bergantung pada aliansi yang menghabiskan modal mereka sendiri untuk keamanan, katanya.

Dalam wawancara dengan Agence France-Presse (AFP) setelah berpidato di College of Europe di Belgia, Stoltenberg mengatakan dirinya menyambut baik upaya Brussel untuk meningkatkan pengeluaran dan merampingkan industri pertahanannya. Namun dia meragukan seruan agar Eropa mengembangkan “otonomi strategis” seperti yang diperjuangkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Uni Eropa tidak memiliki pasukannya sendiri, tetapi Komisi Eropa sedang mencari apa yang mereka sebut sebagai “peran geopolitik” dengan kebijakan luar negeri dan industri pertahanannya sendiri.

Sebaliknya NATO, menyebut dirinya sebagai aliansi militer paling sukses di dunia – sebagian besar berkat pengeluaran militer Amerika.

“Saya mendukung upaya UE dalam pertahanan karena lebih banyak belanja pertahanan, kemampuan militer baru dan mengatasi fragmentasi industri pertahanan Eropa – semua itu akan baik untuk keamanan Eropa, untuk keamanan trans-Atlantik, untuk kita semua,” katanya kepada AFP.

“Jadi semua upaya ini – selama mereka melengkapi NATO – kami menyambut mereka, tetapi UE tidak dapat mempertahankan Eropa.”

“Lebih dari 90% orang di Uni Eropa, mereka tinggal di negara NATO. Tetapi hanya 20% dari pengeluaran pertahanan NATO yang berasal dari anggota NATO di Uni Eropa,” kata Stoltenberg.

Baca juga  Ukraina uji Bayraktar TB2 di atas Krimea, Rusia was-was

“Namun yang terpenting adalah tentang politik karena setiap upaya untuk melemahkan hubungan, tidak hanya akan melemahkan NATO, tapi juga akan memecah Eropa dan Amerika Utara,” kata dia lagi.

Menurut Stoltenberg, sayap UE dipertahankan di Atlantik Utara dari perambahan Rusia oleh non-anggota UE, yakni AS, Kanada, dan Inggris.

Sementara itu, di selatan, Turki, non-anggota UE yang berada di perbatasan dengan Suriah dan Irak, “sangat diandalkan” dalam perang melawan Daesh dan terorisme internasional.

Turki terus berjuang melawan kelompok teror Daesh, yang juga dikenal sebagai ISIS.

Pasukan keamanan Turki terus menekan kelompok itu dengan operasi anti-teror di wilayah perbatasannya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Anadolu Agency, sejauh ini, pihak berwenang Turki telah menahan 2.343 tersangka, termasuk anggota senior Daesh, menyita sejumlah besar dokumen, senjata, dan amunisi.

Di bawah mantan Presiden AS Donald Trump, hubungan antar anggota NATO. Trump berulang kali menuduh sekutu Eropa tidak berperan. Macron juga menuduh NATO gagal beradaptasi dengan prioritas keamanan Eropa saat ia menyebut aliansi itu sebagai “mati otak”.

Sumber: Daily Sabah, Anadolu Agency

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: