Kamis, Agustus 11, 2022
EropaTrending

Sekretaris Kemenhan Inggris: Drone Turki mengubah permainan di Suriah dan Libya

Bayraktar TB2
drone buatan Turki Bayraktar TB2

TURKINESIA.NET – LONDON. Penggunaan drone Turki di Suriah dan Libya baru-baru ini, bersama dengan sistem perang elektronik (EW) telah merubah permainan, kata sekretaris pertahanan Inggris, Ben Wallace.

“Bahkan jika setengah dari klaim itu benar, implikasinya mengubah permainan.” Kata Wallace.

Wallace pada hari Rabu memberikan pidato di Konferensi Kekuatan Udara dan Luar Angkasa, di mana ia menyoroti masa depan teknologi pertahanan, kekuatan udara dan luar angkasa menjadi yang terdepan, di zaman teknologi yang terus berubah dan berkembang pesat dalam lingkungan kompetitif yang konstan.

Ketika gambaran global sekarang telah berubah dan ancaman datang dari berbagai sudut, “kita harus memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata Wallace. Sebagai contoh, hari ini adalah coronavirus, besok “itu bisa menjadi serangan cyber tingkat tinggi,” katanya.

Sekretaris pertahanan Inggris itu menekankan urgensi dan pentingnya bekerja berkenaan dengan lingkungan udara dan ruang angkasa di masa depan, bagaimana kemungkinannya di tahun 2050, menyoroti evaluasi penggunaan teknologi tersebut oleh negara-negara teladan lainnya.

“Kita perlu melihat pelajaran dari orang lain. Lihatlah bagaimana Turki telah beroperasi di Libya di mana ia telah menggunakan Bayraktar TB-2 UAV sejak pertengahan 2019,” Wallace mengatakan. Dia menekankan bahwa UAV tersebut “telah melakukan intelijen, pengawasan dan pengintaian serta menargetkan operasi terhadap garis depan, jalur suplai dan pangkalan logistik.”

Ia mencontohkan, “pada Juli tahun lalu mereka menyerang Tentara Nasional Libya yang menguasai lapangan udara Jufrah, menghancurkan beberapa node komando dan kontrol serta dua pesawat angkut,”

Turki telah menunjukkan keuntungan yang signifikan dalam menggunakan kapasitas UAV di lapangan, terutama dengan rekaman yang beredar dari Suriah dan Libya di mana tank-tank rezim Bashar Assad, sistem pertahanan udara buatan Rusia dan peralatan militer pemberontak Libya Jenderal Khalifa Haftar dihancurkan oleh drone Turki.

Baca juga  Turki bantu Makedonia Utara lawan Covid-19

“Atau pertimbangan keterlibatan Turki di Suriah dan penggunaan perang elektronik, pesawat tanpa awak ringan, dan amunisi pintar untuk menghentikan tank, mobil lapis baja, dan sistem pertahanan udara di jalur mereka,” Wallace lebih lanjut mencatat.

Baru-baru ini pada bulan Februari, didorong oleh serangan rezim Assad yang membunuh 34 tentara Turki dan melukai puluhan lainnya di zona de-eskalasi di Suriah barat laut, tepat di seberang perbatasan selatan Turki, drone produksi dalam negeri Turki, yaitu Bayraktar TB2 Baykararina dan Aerospace Turki menyebabkan kerusakan signifikan pada elemen-elemen rezim Assad, menghantam segalanya mulai dari tank dan sistem pertahanan udara hingga howitzer serta pangkalan militer dan depot senjata kimia.

Menurut laporan, rezim Assad menderita kerugian besar “3.000 tentara tewas, 151 tank, delapan helikopter, tiga drone, tiga kendaraan jet tempur dan truk, delapan sistem pertahanan udara dan satu markas besar di antara peralatan dan fasilitas militer lainnya,” kata Wallace.

Drone Turki di Suriah telah memainkan peran penting dalam operasi negara itu, memberikan pengawasan dan dukungan udara dekat (CAS) dengan menghancurkan target rezim.

Sumber: Daily Sabah

4.7 7 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
4 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Jan Anwar
Jan Anwar
2 years ago

woow… UK secretary of defense told us.

Poriaman Hasibuan
Poriaman Hasibuan
1 year ago

Turky harapan baru ummat Islam

Muhammad Nur
Muhammad Nur
1 year ago

Turki harapan dunia Islam

trackback

[…] Sekretaris Kemenhan Inggris: Drone Turki mengubah permainan di Suriah dan Libya […]

error: Content is protected !!
4
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: