Senin, Agustus 8, 2022
Timur Tengah

Serangan udara Israel menewaskan 20 warga Gaza, 9 di antaranya anak-anak

Serangan udara Israel menewaskan 20 warga Gaza, 9 di antaranya anak-anak - Turkinesia

TURKINESIA.NET – GAZA. Serangan udara Israel telah menewaskan 20 orang di Gaza utara, 9 di antaranya anak-anak, kata Kementerian Kesehatan Jalur Gaza dalam sebuah pernyataan, Senin malam.

Kementerian Palestina itu juga mengungkapkan bahwa 65 warga lainnya terluka.

Di Yerusalem, ratusan pengunjuk rasa Palestina terluka dalam serangan baru oleh polisi Israel ke Masjid Al-Aqsa Senin.

50 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit, kata sumber medis kepada Anadolu Agency, Senin.

Kelanjutan serangan pasukan keamanan Israel menyusul ketegangan yang memuncak di daerah Sheikh Jarrah sejak pekan lalu ketika pemukim Israel menyerbu daerah itu setelah pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina.

Sebelumnya pada hari itu, kelompok-kelompok Palestina menembakkan roket ke lokasi-lokasi Israel sebagai tanggapan atas agresi Israel yang berlanjut di Masjid Al-Aqsa dan penggusuran keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki. Tentara Israel melaporkan bahwa tujuh roket ditembakkan dari Gaza menuju Yerusalem barat.

Pasukan keamanan Israel menembakkan peluru berlapis karet, gas air mata, dan granat kejut, melukai ratusan orang menjelang unjuk rasa oleh kelompok-kelompok garis keras Yahudi untuk merayakan “Hari Yerusalem,” memperingati kemenangan Israel dalam Perang Enam Hari 1967. Para pengunjuk rasa membalas dengan melemparkan batu dan benda lain ke arah polisi. Warga Palestina melaporkan granat setrum ditembakkan ke dalam kompleks masjid, menyebabkan lusinan orang terluka.

Sejak Jumat, polisi Israel terus-menerus menyerang jemaah Palestina di masjid tersebut, yang berjumlah hampir 300 orang terluka selama akhir pekan. Sebagian besar cedera disebabkan oleh peluru berlapis karet yang ditembakkan oleh polisi, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan.

Serangan di situs tersuci ketiga Islam dan di sekitar Yerusalem Timur bertepatan dengan keputusan Israel untuk mengusir warga Palestina dari rumah mereka di tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi, menarik kecaman dari beberapa negara atas kekerasan di Al-Aqsa dan penggusuran.

Baca juga  Erdogan: Perdamaian Suriah tergantung dukungan Barat terhadap Turki

Ketegangan di Yerusalem meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena warga Palestina memprotes pembatasan akses oleh Israel ke beberapa bagian Kota Tua selama bulan suci Ramadhan, dan setelah pihak berwenang memerintahkan beberapa keluarga Palestina untuk meninggalkan rumah mereka untuk memberi jalan bagi pembangunan pemukim Israel.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 – sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Sumber: Daily Sabah, Anadolu Agency

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: