- Advertisement -
Internasional

Siapa kami?

Oleh: Muhammed Erdogan [Ketua Pemuda Partai Keadilan dan Pembangunan untuk Timur Tengah)

Kami (umat Islam) tahu betul apa yang terjadi di sekitar kami dari ketidakadilan dan fitnah. Kalian (musuh Islam) juga sangat kenal siapa kami. Kalian juga punya keyakinan bahwa kami tahu setiap rencana kalian terhadapnya. Tentu, kalian telah mulai melaksanakan rencana-rencana seratus tahun yang lalu ketika melemahkan persatuan umat Islam yang mana (persatuan tersebut) merupakan duri di mata musuh kaum Muslimin.

Jika (ingin lebih) tahu “siapa kami”, maka kami akan beri tahu kalian…

Kami lahir di tanah Anatolia, tumbuh di Palestina, dewasa di Suriah, tinggal di timur Turkistan, Mesir, Pakistan, Arab Saudi hingga Aljazair. Kami adalah keturunan dari Arab, Turkmen, Kurdi, Laz dan Sirkasia.

Prinsip utama kami adalah “Kami mencintai makhluk karena (makhluk) diciptakan oleh Sang Pencipta dan kami mencintai Sang Pencipta Allah azza wa jalla.”

Kami lah orang-orang yang tidak akan tunduk dan menghambakan diri kepada Zionis dan anteknya. Kami lah musuh setiap yang menjadi hamba-hamba imperialisme dan musuh-musuh agama.

Kami lah pelayan-pelayan bagi umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam…

Adu argumen di antara kita telah bermula sejak zaman Nabi Adam [Habil dan Qabil], berlanjut di zaman Nabi Ibrahim AS ketika berdebat dengan Namrud, dan Nabi Musa ketika berdebat dengan Firaun.

Kami yang menghadapi kalian dalam pertempuran Badar dan Khaibar dan berperang dengan kalian dalam Pertempuran Cannakkale, Malazgirt, Belgrade dan Istanbul Ibukota Kekhalifahan Utsmaniyah.

Sesungguhnya kami tahu!

Ketika kalian terusir dari Madinah Munawwarah, ketika kalian dikalahkan dalam Pertempuran Badar dan Khaibar, rasa tidak senang kalian berubah menjadi dendam dan kebencian.

Baca juga  Penjaga Pantai Turki selamatkan 43 migran di Laut Aegea

Kami tahu bahwa kalian telah menyatakan kami sebagai musuh bagi kalian ketika dikalahkan oleh pemimpin kami Shalahuddin Al-Ayoubi di tanah Al-Quds dan di depan Sultan kami Alp Arsalan di wilayah Anatolia, dan di hadapan Sultan kami Muhammad Al-Fatih di ibukota Kekhalifahan Ottoman, Istanbul.

Kami tahu bahwa sejarah berulang dengan sendirinya, dan hari ini kalian menemukan kami di depan kalian bergandengan dengan orang-orang merdeka dari umat Islam yang tidak akan melepaskan kemerdekaan dan tidak akan menerima perbudakan.

Salam sejahtera dari Allah bagi yang bersama kami di jalan kami ini.

Salam sejahtera bagi mereka yang terus menghadapi imperialisme, Zionis, antek Zionis serta musuh agama.

Salam sejahtera bagi orang-orang merdeka dari umat Islam yang membentang dari benua Asia hingga Afrika

Ketahuilah, dengan karunia Allah ta’ala sesungguhnya kami akan melanjutkan perjuangan dan doa-doa jutaan Muslim menyertai kami.

Di penghujung kata, saya ucapkan;

Kami bersuka cita di Badar dan sedih di Uhud.

Kami akan berhadapan dengan kalian di Khandaq dan kemudian bersujud syukur di Makkah.

Kami ditugaskan untuk berjuang, dan kemenangan berasal dari sisi Allah.

Jangan lah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita!

Tiada pemenang kecuali Allah!

Kami bertawakkal kepada Allah!

 

3 1 vote
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: