Sabtu, Agustus 13, 2022
Ekonomi

SSB: Peminat produk pertahanan Turki banyak, namun tidak dijual ke semua pihak

SSB: Peminat produk pertahanan Turki banyak, namun tidak dijual ke semua pihak - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Kepala Direktorat Industri Pertahanan Turki (SSB) Ismail Demir pada hari Minggu (28/03) mengatakan bahwa kendaraan udara nirawak (UAV) dan kendaraan udara tempur nirawak (UCAV) adalah produk yang paling menarik perhatian di luar negeri namun Turki tidak menjualnya kepada semua penawar.

Ia berbicara tentang produk industri pertahanan domestik Turki yang telah menarik perhatian dunia dan menyebut ada minat yang luas untuk perlengkapan pertahanan yang dibuat di Turki.

“Kami dapat mengatakan ekspor telah meningkat tahun lalu meskipun ada pandemi,” ujarnya.

Demir, juga membagikan informasi terbaru mengenai TF-X National Combat Aircraft (MMU) – proyek bersama oleh Turkish Aerospace Industries (TAI) dan SSB.

Turki akan mengisi celah F-35 dalam inventarisnya dengan proyek ini. TF-X akan meninggalkan hanggar pada 2023, katanya.

Menyinggung sikap Amerika Serikat, Demir mengatakan selama siaran hari Minggu bahwa sistem S-400 telah dikirim ke Angkatan Bersenjata Turki (TSK) dan dapat digunakan kapan pun diperlukan, menambahkan bahwa negara tersebut awalnya duduk di meja perundingan untuk membahas dua sistem pertahanan udara, mengacu pada rudal Patriot yang ditolak AS untuk disuplai.

Tahun lalu, Turki ditangguhkan dari program F-16 AS karena Turki membeli sistem pertahanan rudal dari Rusia.

Turki menyebut penolakan AS untuk menjual rudal Patriot sebagai salah satu alasan mengapa mereka membeli S-400.

Pada April 2017, ketika upaya berlarut-larut untuk membeli sistem pertahanan udara dari AS tidak membuahkan hasil, Turki pun menandatangani kontrak dengan Rusia untuk membeli rudal S-400.

Akuisisi Turki atas sistem pertahanan udara S-400 Rusia yang canggih mendorong AS untuk menghapus Turki dari program F-35 pada Juli 2019.

AS mengklaim sistem tersebut dapat digunakan oleh Rusia secara diam-diam untuk mendapatkan informasi rahasia pada jet tersebut dan tidak sesuai dengan sistem NATO.

Baca juga  Filipina akan terima 2 helikopter serang T129 ATAK Turki pada September

Turki pun membantah bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi tersebut, dan mengusulkan komite untuk memeriksa masalah tersebut.

Negara itu juga mengatakan pihaknya membeli sistem Rusia setelah AS selama bertahun-tahun menolak upayanya untuk membeli rudal Patriot AS.

Sumber: Daily Sabah

5 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: