- Advertisement -
EkonomiIndonesia-Turki

Sulitnya membuat orang Turki suka mi instan

TURKINESIA.NET – JAKARTA. Sembilan tahun lalu tidak ada orang Turki yang mengenal dan memakan mi instan seperti yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Namun lewat proses yang panjang, Indofood kini bisa memproduksi 550 ribu karton per bulan, dengan penjualan mencapai 450 ribu karton Indomie bungkus dan 50 ribu karton Indomie kemasan cup per bulan.

“Sangat sulit meyakinkan konsumen Turki untuk mencoba menu baru yang berbeda dari budaya mereka. Memerlukan upaya cukup keras untuk memasukkan Indomie menjadi menu konsumsi mereka,” ujar Yusuf Hermawan Achmad, Chief Financial Officer (CFO) Adkoturk Gida Sanayi, perusahaan patungan Indonesia-Turki yang memproduksi Indomie di Tekirdag, dekat Istanbul, Turki.

Hambatan lain yang dihadapi Indomie dan produk makanan asing di Turki adalah kuatnya rasa nasionalisme penduduk Turki, mereka sangat mencintai produk dalam negerinya dibanding produk impor.

“Sekitar 80 persen restoran di Turki adalah restoran lokal yang menjual makanan asli Turki, bukan yang lain,” ujar dia, dalam siaran pers Kementerian Perdagangan, Senin.

Indofood kemudian memutuskan berinvestasi dan mendirikan pabrik di Turki, termasuk menggandeng pengusaha lokal untuk mengatasi masalah tersebut.

Pada 2010, Indofood mengawali perjalanannya di Turki. Sebelumnya Adkoturk hanya menjadi importir dan distributor produk Indofood di kota kecil Adana.

Pada 2011, Indofood mendirikan kantor cabang di Istanbul untuk mendongkrak pemasaran melalui jaringan ritel. Kantor cabang ini akhirnya menjadi kantor pusat untuk memudahkan aktivitas.

[adinserter name=”Block 1″]

Akhirnya, setelah sembilan tahun beroperasi mi instan Indomie kini tersebar di 81 provinsi dan 90 persen pasar makanan tersebut di Turki.

General Manager (GM) Indofood Turki Adkoturk Wassim Brinjiki mengatakan fase paling berat adalah membangun ketertarikan konsumen.

Baca juga  Turki ekspor 150 juta USD peralatan pertahanan ke Tunisia

Promosi dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui iklan, pembelajaran, kerja sama dengan para koki selebritas, penerbangan internasional, melibatkan para milenial/gamer, dan mengundang murid-murid sekolah mengunjungi pabrik Indomie.

“Penjualan Indomie tahun 2019 naik sepuluh kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumnya. Indomie sekarang dapat ditemukan di 340 jejaring toko ritel yang ada di seluruh Turki,” ungkap Wassim.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang berkunjung ke pabrik Indofood mengatakan besarnya pasar Turki merupakan kesempatan pelaku usaha Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya.

[adinserter name=”Block 1″]

“Keuntungannya, bahan baku tetap diekspor dari Indonesia. Untuk Indomie ini sedikitnya 45 persen disuplai dari Indonesia dengan nilai USD20 juta per tahun,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Bahan baku yang berasal dari Indonesia adalah bumbu, pembungkus, dan minyak kelapa sawit yang mencapai 250-500 ton per bulan.

Angka ini diharapkan meningkat menjadi dua kali lipat jika perjanjian perdagangan Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) selesai.

Indofood berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 1 juta karton per bulan. Penambahan produksi ini akan meningkatkan permintaan sawit hingga 1.000 ton per bulan.

Tapi persoalannya, kata Enggartiasto, tarif minyak kelapa sawit dari Indonesia lebih tinggi dari Malaysia sehingga tidak dapat bersaing di Turki.

“Penyelesaian perundingan IT-CEPA penting bagi peningkatan daya saing produk Indonesia di Turki.’”

[adinserter name=”Block 1″]

“Setelah IT-CEPA selesai tahun ini, saya percaya perdagangan kedua negara akan segera meningkat signifikan dalam waktu dekat,” kata Enggar.

Perdagangan Indonesia-Turki pada 2018 tercatat sebesar USD1,79, naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya USD 1,70 miliar.

Pada 2018 Indonesia meraih surplus perdagangan dengan Turki sebesar USD634,9 juta, dengan nilai ekspor sebesar USD1,81 miliar dan impor USD611,5 juta.

Baca juga  Pekan depan, Erdogan & Putin akan letakkan batu pertama pembangkit listrik tenaga nuklir ketiga Turki

Pada periode Januari―April 2019 total perdagangan kedua negara mencapai USD503,7 juta, dengan ekspor Indonesia sebesar USD381 juta dan impor sebesar USD122,7 juta. [Anadolu Agency]

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: