Minggu, Agustus 14, 2022
Islamophobia

Supermarket di Kuwait boikot produk Prancis karena hina Nabi Muhammad

Supermarket di Kuwait boikot produk Prancis karena hina Nabi Muhammad - Turkinesia

TURKINESIA.NET – KUWAIT CITY. Pengguna media sosial mengutuk kampanye anti-Islam di Prancis setelah negara itu menggunakan retorika yang semakin memusuhi Muslim, membuat tagar tentang boikot produk Prancis menjadi viral.

Foto dan cuplikan video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan supermarket Kuwait mengosongkan rak dari barang-barang buatan Prancis.

Supermarket di Kuwait boikot produk Prancis karena hina Nabi Muhammad - Turkinesia

Supermarket di Kuwait boikot produk Prancis karena hina Nabi Muhammad - Turkinesia

Prancis telah menutup sementara sebuah masjid di luar Paris, sebagai bagian dari tindakan keras terhadap Muslim setelah pembunuhan seorang guru yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya. Polisi Prancis juga telah menggerebek lebih dari 50 masjid dan asosiasi sejak pembunuhan itu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak untuk mengutuk keputusan majalah satir Prancis Charlie Hebdo yang menerbitkan ulang kartun serangan terhadap Nabi Muhammad. Macron mengatakan bahwa itu bukan tempatnya untuk memberikan penilaian atas keputusan majalah tersebut. Macron mendukung majalah itu dan berjanji akan mengambil tindakan melawan apa yang disebutnya “separatisme Islam”.

Pengguna media sosial, sebagian besar di Twitter, kini membagikan foto berisi daftar produk Prancis yang sebaiknya dihindari oleh Muslim. Daftar boikot termasuk merek-merek mewah seperti Cartier, Dior, Chanel, Nina Ricci, Givenchy dan Lacoste bersama dengan produk makanan atau pabrikan mobil seperti Renault, atau merek rokok Gauloises.

Pada hari Jumat, Al Jazeera Arabic juga melaporkan bahwa supermarket di Kuwait mulai menghapus produk Prancis dari rak mereka sejalan dengan kampanye boikot.

Pada 16 Oktober, seorang penyerang memenggal kepala seorang guru sejarah di Prancis yang telah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad di kelas, kata polisi. Pelaku telah ditembak mati oleh polisi.

Seorang jaksa anti-terorisme Prancis telah membuka penyelidikan atas pembunuhan dengan motif terduga teroris, kata kantor kejaksaan. Insiden tersebut terjadi di kota Eragny, di wilayah Val d’Oise di barat laut Paris.

Baca juga  Empat Muslim terbunuh dalam serangan teror di Kanada, Turki minta tindakan bersama lawan Islamofobia

Charlie Hebdo menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad yang memicu gelombang kemarahan di dunia Muslim. Penerbitan ulang itu untuk menandai dimulainya persidangan pihak yang diduga terlibat dalam serangan mematikan terhadap majalah tersebut pada 2015 di mana 12 orang tewas.

Sebelum serangan ke kantor Charlie Hebdo, militan online telah memperingatkan majalah tersebut akan membayar akibat penerbitan kartun Nabi Muhammad.  Serangan yang dimulai pada 7 Januari 2015 itu memicu serangkaian serangan militan di tanah Prancis, termasuk pembunuhan “serigala tunggal” oleh orang-orang yang dikatakan terinspirasi oleh kelompok teroris Daesh yang telah merenggut lebih dari 250 nyawa.

Keputusan untuk menerbitkan ulang kartun tersebut dipandang sebagai provokasi baru oleh sebuah majalah yang telah lama terkenal akan serangan satirnya terhadap agama. Di antara kartun-kartun itu salah satunya gambaran Nabi Muhammad yang mengenakan sorban berbentuk bom dengan sumbu yang menyala menonjol.

Supermarket di Kuwait boikot produk Prancis karena hina Nabi Muhammad - Turkinesia

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada hari Jumat mengecam pajangan karikatur yang menghina Nabi Muhammad di depan beberapa bangunan di Prancis dan pemerintah paris yang mengaitkan Islam dengan terorisme.

“Kami mengutuk serangan sistematis yang terus-menerus terhadap perasaan umat Islam dengan menghina simbol-simbol agama yang diwakili oleh pribadi Nabi Muhammad,” bunyi pernyataan OKI itu.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa wacana politik beberapa pejabat Prancis yang merugikan hubungan Prancis-Islam demi mendapatkan keuntungan politik, mendorong kebencian. OKI menekankan bahwa menghina simbol agama apa pun atas nama kebebasan tidak dapat diterima.

Organisasi tersebut meminta Prancis untuk meninjau kembali kebijakan diskriminatifnya yang menargetkan masyarakat Islam dan melukai perasaan lebih dari satu setengah miliar Muslim di seluruh dunia.

Sumber: Daily Sabah

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Supermarket di Kuwait boikot produk Prancis karena hina Nabi Muhammad […]

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: