Kamis, Agustus 11, 2022
AmerikaMiliter

Survei: Mayoritas warga Turki tidak percaya NATO

Survei: Mayoritas warga Turki tidak percaya NATO - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Berdasarkan survei baru-baru ini yang dilakukan menjelang pertemuan puncak blok tersebut di Brussels, menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Turki tidak mempercayai NATO. Jajak pendapat dilakukan dengan 2.477 peserta antara 7-8 Juni oleh Areda Survey.

Sekitar 90,3% dari peserta percaya NATO tidak akan berdiri di samping Turki jika terjadi perselisihan potensial, sementara 51,7% mengatakan mereka yakin blok tersebut mengeksploitasi Turki untuk kepentingannya sendiri.

Mengenai pertanyaan tentang apakah menurut mereka NATO melindungi kepentingan Turki, 84,6% mengatakan tidak, sementara 15,4% mengatakan ya.

Sementara itu, 55,7% mengatakan mereka tidak mempercayai NATO sama sekali dalam keberpihakan blok itu jika terjadi invasi terhadap Turki.

Turki bergabung dengan aliansi militer 29 negara Amerika Utara dan Eropa pada tahun 1952. Turki juga telah memberikan bantuan angkatan laut permanen untuk misi NATO di Laut Aegea di samping memimpin inisiatif regional, termasuk kegiatan Standing NATO Maritime Group (SNMG) di wilayah Laut Hitam.

Turki juga menjadi tuan rumah banyak inisiatif NATO. Ada markas NATO di provinsi Izmir barat Turki, sebuah pangkalan udara di provinsi Adana selatan, satu lagi di Diyarbakır dan Korps Cepat NATO di Istanbul. Turki juga menjadi tuan rumah radar AN/TPY-2 di provinsi Malatya timur sebagai bagian dari proyek perisai rudal organisasi tersebut.

Terlepas dari semua ini, pada tahun 2018 saja, Turki menyumbang 101 juta dolar AS untuk pendanaan bersama NATO.

Namun terlepas dari komitmen Turki terhadap organisasi tersebut, Ankara belum menerima dukungan yang diharapkannya.

Kekecewaan pertama datang pada tahun 1964 ketika Turki memutuskan untuk mengambil tindakan di Siprus, di mana Siprus Turki menderita di bawah serangan Siprus Yunani. Presiden Amerika Serikat saat itu Lyndon B. Johnson, mengirim surat kontroversial yang tidak diplomatis dan kasar kepada Presiden Turki Ismet Inönü. Lyndon B. Johnson mengatakan bahwa jika ada intervensi di Siprus yang bukan anggota NATO oleh Turki sebagai salah satu kekuatan penjamin pulau itu, NATO akan tidak berpihak pada Turki.

Baca juga  Erdogan respon ancaman sanksi: AS tidak tahu berurusan dengan siapa

Pada akhir 1990-an, ketika perang melawan PKK mencapai puncaknya di Turki, khususnya di wilayah timur, Jerman mengklaim bahwa Turki menggunakan senjata terhadap warga sipil dan mengeluarkan embargo terhadap Turki, alih-alih mendukung perjuangannya melawan terorisme.

Seiring waktu, berpihak pada teroris daripada Turki menjadi pola bagi banyak negara anggota NATO, khususnya AS. AS telah mendukung YPG, cabang PKK di Suriah, selama bertahun-tahun, meskipun Turki memperingatkan bahwa kelompok itu adalah ancaman keamanan bagi Turki.

AS telah memberikan pelatihan militer dan memasok truk penuh senjata untuk YPG. AS mengabaikan peringatan dari Ankara bahwa bermitra dengan satu kelompok teroris untuk memerangi teroris lain tidak dapat diterima.

Turki mengatakan senjata itu akhirnya ditransfer ke PKK yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh AS, Turki dan Uni Eropa, dan digunakan untuk melawan Turki.

NATO juga gagal dalam mendukung Turki yang terkana imbas perang sipil di Suriah. Pada 2012, Ankara Turki meminta agar rudal Patriot NATO ditempatkan di perbatasannya untuk mengamankan Turki. Namun, meskipun rudal berada di Turki untuk beberapa waktu, tak lama kemudian negara-negara NATO mengambilnya kembali, meninggalkan Turki sendirian untuk mempertahankan diri.

Pada tahun 2017, terjadi insiden yang memalukan bagi Turki selama latihan militer gabungan NATO di Norwegia. Gambar Mustafa Kemal Atatürk, pendiri Turki, ditempatkan di antara gambar-gambar “negara musuh.” Selama waktu itu, akun Facebook palsu juga dikeluarkan atas nama Presiden Recep Tayyip Erdogan dengan postingan yang mendukung “negara musuh.”

Setelah pejabat militer Turki memperhatikan insiden tersebut, NATO mengambil tindakan yang diperlukan dan berjanji bahwa masalah serupa tidak akan terjadi lagi.

Serangkaian insiden ini secara signifikan telah merusak citra NATO di mata publik Turki.

Baca juga  Menhan Turki: S-400 tidak berbahaya bagi pihak yang tidak berniat menyerang Turki

Sumber: Daily Sabah

5 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Salim
Salim
1 year ago

Betul sekali pendapat rakyat Turki, Sebaiknya Turki membentuk aliansi keamanan sendiri dengan negara tetangganya. NATO cuma memanfaatkan Turki karena letak geostrategi dan geopolitik negara Turki. Nyatanya gak ada manfaatnya buat Turki menjadi anggota NATO.

Kalo ada konflik amrik dg Rusia, Turki cuma dijadikan medan pertempuran saja seperti Irak dan Afghansitan

Last edited 1 year ago by Salim
error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: