Senin, Agustus 8, 2022
Asia

Taliban umumkan pengampunan massal & ajak perempuan terlibat pemerintahan

Dubes Lalu Muhammad Iqbal: Hubungan bilateral Indonesia dan Turki tumbuh cepat - Turkinesia
Foto: Pejuang Taliban menguasai istana kepresidenan Afghanistan setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri. (AP/Zabi Karimi)

TURKINESIA.NET – KABUL. Taliban telah mengumumkan pengampunan massal bagi seluruh Afghanistan dan mengajak perempuan untuk bergabung dengan pemerintahnya dalam batas-batas “hukum Syariah.”

Taliban mencoba menenangkan kegelisahan di ibu kota setelah sehari sebelumnya terjadi kekacauan di bandara Kabul saat warga mencoba melarikan diri.

Pengumuman pada hari Selasa dibuat oleh Enamullah Samangani, seorang anggota komisi budaya Taliban.

“Imarah Islam tidak ingin perempuan menjadi korban. Struktur pemerintahan belum sepenuhnya diklarifikasi, tetapi sesuai dengan pengalaman kami, harus ada kepemimpinan Islam yang penuh dan semua pihak harus berpartisipasi,” ujar Samangani.

Samangani tidak menjelaskan dengan tepat apa yang dia maksud dengan Syariah, atau hukum Islam, yang menyiratkan bahwa orang-orang sudah mengetahui aturan yang diharapkan oleh Taliban untuk diikuti.

Dia menambahkan bahwa “semua pihak harus bergabung” dengan pemerintah.

Juga tidak jelas apa yang dia maksud dengan amnesti meskipun para pemimpin Taliban lainnya mengatakan mereka tidak akan membalas dendam pada mereka yang bekerja dengan pemerintah Afghanistan atau negara asing.

Pada Ahad (15/8) kemarin, Taliban memasuki ibu kota Kabul dan menguasai Afghanistan untuk pertama kali selama hampir 20 tahun. Dengan runtuhnya pemerintahan sebelumnya, fokus telah beralih pada keselamatan warga sipil dan pengungsi Afghanistan, bersama dengan masa depan negara di bawah Taliban.

Penerbangan evakuasi dari Afghanistan kini kembali dilanjutkan ketika seorang pejabat keamanan negara Barat mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa landasan dan landasan bandara Kabul, yang dikendalikan oleh pasukan dari Amerika Serikat, sekarang bebas dari keramaian.

Pejabat itu mengatakan penerbangan militer yang mengevakuasi diplomat dan warga sipil dari Afghanistan telah mulai lepas landas.

Sementara itu Taliban telah menyatakan perang di Afghanistan telah berakhir dan seorang pemimpin senior mengatakan kelompok itu akan menunggu sampai pasukan asing pergi sebelum menciptakan struktur pemerintahan baru.

Baca juga  Presiden Afghanistan puji upaya Turki untuk wujudkan kedamaian di negaranya

Sumber: TRT WORLD, Dll.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: