- Advertisement -
Internasional

Turki jamin lahan hutan yang terbakar tidak akan jadi area bangunan dan perkebunan

TURKINESIA.NET – Pada 18 Agustus, kebakaran hutan terjadi di empat wilayah berbeda di Turki – masing-masing dua di provinsi Aegean Muğla dan İzmir. Kebakaran di İzmir menghabiskan sekitar 500 hektar lahan. Kebakaran tersebut berhasil dikendalikan selama dua hari.

Dua hari kemudian, 20 Agustus, Menteri Lingkungan Hidup dan Urbanisasi, Murat Kurum mengatakan, bahwa lahan hutan hangus di garis pantai Aegean Turki tidak akan dibuka untuk konstruksi [lahan bangunan].

“Pada tahun 2023, kami akan meningkatkan jumlah kawasan lindung di negara kami menjadi 17 persen,” kata Kurum kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa pemerintah berharap untuk meningkatkan jumlah ruang hijau per kapita dari 7-8 meter persegi menjadi setidaknya 15 meter persegi. “Jadi tidak mungkin area-area ini diubah menjadi wilayah tandus atau dikategorikan untuk pembangunan,” tambahnya.

Menteri Pertanian dan Kehutanan Bekir Pakdemirli mengatakan, tidak mungkin mengeluarkan izin konstruksi untuk daerah yang terkena kebakaran. Ia menambahkan bahwa hutan berada di bawah perlindungan Pasal 169 dari Konstitusi, yang juga menetapkan reboisasi untuk daerah yang terbakar.

Pakdemirli mengatakan ada proyek yang sedang berlangsung untuk dimasukkan dalam Guinness World Records dengan menanam tiga juta anakan di Izmir, Muğla dan Fethiye.

Kementerian itu juga mengatakan bahwa ada 776 menara pemantau kebakaran di seluruh Turki di samping 1.800 sistem kamera, 254 di antaranya terletak di Izmir, di mana 39 CCTV yang peka terhadap panas juga telah dipasang.

Turki juga tengah mengupayakan pembelian pesawat pemadam kebakaran Rusia Beriev BE-200. Beriev Be-200 merupakan pesawat serba guna yang mampu menghentikan dan menahan penyebaran kebakaran hutan skala besar. Pesawat ini mampu mengakut air 12.000 ton.

Baca juga  Anak yatim Aceh gelar doa bersama untuk keselamatan Turki

[adinserter name=”Block 1″]

Gagasan untuk membeli pesawat pemadam kebakaran Rusia datang setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menghadiri pameran penerbangan MAKS-2019 yang diadakan di Rusia akhir Agustus di mana pesawat-pesawat Beriev BE-200 diperkenalkan kepadanya. Erdogan kemudian menginstruksikan Pakdemirli untuk mempelajari kemungkinan membeli pesawat-pesawat ini.

Dia juga mengatakan bahwa Turki berada di peringkat di antara negara-negara atas yang memerangi kebakaran hutan secara efisien. “Kami menggunakan drone udara untuk pertama kalinya tahun ini untuk membantu pasukan pemadam kebakaran kami dalam menentukan di mana tindakan harus dimulai di wilayah kebakaran,” katanya. [Hurriyet/Daily Sabah]

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: