Selasa, Agustus 9, 2022
Teknologi

Turki tertarik pada jet tempur Indonesia-Korsel KF-21 Boramae

KF-21 Boramae
KF-21 Boramae

TURKINESIA.NET – ANKARA. Negara Turki dikabarkan tengah membuka hati pada jet tempur buatan Indonesia-Korsel, KF-21 Boramae.

Alasannya, diduga karena Amerika Serikat telah menolak Turki untuk membeli jet tempur pabrikan Lockheed Martin F-35.

Adanya sanksi di bawah CAATSA mengakibatkan Turki dikeluarkan dari program jet tempur F-35.

Dikutip Zonajakarta.com dari Eurasian Times, beberapa laporan mengindikasikan diskusi tentang kesepakatan itu tidak sepenuhnya dihentikan namun belum juga ada kemajuan lebih lanjut.

Bukan hanya F-35, namun pada bulan oktober 2021, Turki juga telah mendapat penolakan dalam mengakuisisi 40 unit jet tempur F-16 Block 70 dan 80 kit modernisasi dari Amerika serikat.

Penjualan tersebut mendapat tantangan keras dari anggota Kongres.

Berbagai hambatan untuk mengakuisisi F-35 membuat Turki frustasi pasalnya jet tempur miliknya sudah semakin uzur.

Usut punya usut, ternyata Turki juga memiliki minat dengan KF-21 Boramae hasil pengembangan Indonesia dan Korsel.

Eurasian Times mengatakan bahwa Turki dapat menjadi pelanggan dan mulai mengganti F-16 yang lebih tua pada akhir dekade ini jika Seoul dapat meluncurkan dan mulai menjual KF-21 dengan harga yang kompetitif.

Harga itu jelas akan lebih murah daripada harga Rafale dan Typhoon saat ini.

KF-21 Borame adalah jet tempur generasi 4,5 yang dikembangkan perusahaan Korea Selatan yang bekerjasama dengan Indonesia.

Sudah sejak lama ternyata Turki sudah menyatakan minat besar pada jet tempur KF-21 Boramae.

Soal pertahanan bisa dikatakan Turki dan Korsel memiliki hubungan yang begitu besar.

Korsel pasti akan menyambut hangat pelanggan sebanyak mungkin untuk jet tempur KF-21 Boramae termasuk Turki.

Proses panjang dari pengembangan KF-21 Boramae ini berjalan sangat baik dan cukup lancar.

Meskipun tak dapat dipungkiri beberapa kendala dalam mengembangkan KF-21 Boramae sempat terjadi, seperti macetnya pembayaran dana pengembangan jet tempur modern ini yang dibebankan kepada Indonesia.

Baca juga  Turki akan transfer teknologi pesawat dan drone tempur untuk Malaysia

Juga dengan adanya isu-isu hengkangnya Indonesia dari pengembangan jet tempur KF-21 Boramae juga sempat gegerkan publik.

Akan tetapi, Indonesia masih memiliki komitmen dengan kesepakatan dan nyatanya tetap melanjutkan pengembangan jet tempur KF-21 Boramae dengan Korsel hingga akhir.

Sudah ada prediksi bahwa bila sudah Rampung jet tempur KF-21 Boramae akan jadi jet tempur terkuat di Asia.

Dikutip Zonajakarta dari The JoongAng bahwa KF-21 Boramae memiliku berpotensi menjadi pesawat tempur terkuat di Asia Timur Laut.

Jet tempur KF-21 Boramae memiliki kualitas yang begitu sangat mumpuni dan Turki tidak akan menyesal untuk memilikinya.

Dengan kemampuan teknologinya hingga sistem persenjataan yang ada pada jet tempur KF-21 Boramae tentunya juga tak diragukan lagi.

Salah satu contohnya yakni radar yang disematkan pada jet tempur KF-21 Boramae garapan Indonesia dan Korea selatan (Korsel) ini.

Dilansir dari Defence Security Asia, mengatakan bahwa KF-21 Boramae dilengkapi dengan radar AESA yang dinilai lebih unggul dari radar lain.

KF-21 Boramae diketahui menggunakan radar AESA yang digarap oleh pabrikan lokal yakni Hanwha Systems.

Penggunaan radar AESA garapan sendiri ini juga membuktikan jika Korsel bisa membuatnya sendiri.

Radar AESA pada KF-21 Boramae akan menjadi salah satu sensor penting yang bisa melakukan berbagai misi.

Radar AESA buatan Hanwha System ini kemampuannya penuh misteri dan dirahasiakan oleh pihak Korsel.

“Ada banyak rahasia tentang radar AESA KF-21 yang tidak dapat diungkapkan,” kata seorang pejabat KAI.

Tapi ada satu indikasi jika radar AESA KF-21 Boramae melampaui kecanggihan milik China dan Rusia.

Indonesia sebagai negara yang ikut serta dalam pengembangan KF-21 Boramae pasti memiliki kebanggan tersendiri.

Pengadaan KF-21 Boramae Indonesia dan korsel ini sudah tentu akan menjadi kekuatan baru untuk pertahanan udara Turki jika turki mengakuisisi Jem tempur ini.

Baca juga  Menhan Turki bantah AS beri tenggat waktu soal S-400

KF-21 Boramae akan melakukan penerbangan penerbangan perdana pada tahun 2022.

Namun sebelum melaksanakan penerbangan perdana, jet tempur KF-21 Boramae harus melakukan serangkaian uji coba darat.

Salah satu uji coba darat yang dilakukan jet tempur KF-21 Boramae yakni uji landasan pacu.

Uji landasan pacu ini telah dijadwalkan dan hendak dilakukan pada bulan Februari ini.

Uji landasan pacu bisa dilakukan jika jet tempur KF-21 Boramae sudah selesai melakukan perakitan semuanya.

cavok.com.br melaporkan jika jet tempur KF-21 Boramae masih dalam tahap perakitan akhir.

Sementara itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan Pesawat Tempur Nasional (MMU), jet generasi ke-5 Turki yang telah lama ditunggu-tunggu, akan melakukan penerbangan perdananya pada 2025. Itu adalah jet tempur buatan dalam negeri pertama.

Jet, yang diberi nama Turkish Fighter, akan melakukan penerbangan perdananya pada 2025, Erdogan mengatakan pada upacara pembukaan massal 16 pabrik yang akan beroperasi di Zona Industri Luar Angkasa dan Dirgantara di ibu kota Ankara, pusat teknik untuk pembuatan jet tempur yang inovatif.

“Itu akan terbang di langit pada 2029 sebagai penguat serangan Angkatan Udara Turki, setelah berhasil menyelesaikan prosedur pengujiannya,” kata Erdogan.

Sekitar 2.300 insinyur yang terlibat dalam proyek tersebut akan melakukan pekerjaan mereka di pusat produksi ini, ujar Erdogan.

Turki adalah salah satu negara dari 10 negara di dunia yang dapat merancang dan membangun kapal perang mereka sendiri dan juga di antara tiga produsen drone teratas, imbuh dia.

Menggembar-gemborkan pertumbuhan industri pertahanan Turki selama dua dekade terakhir, di bawah pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), Presiden Erdogan mengatakan jumlah proyek industri pertahanan negaranya mencapai 750.

Baca juga  Erdogan: Program F-35 AS akan gagal total jika Turki tak diikutsertakan

Pemimpin Turki mengatakan anggaran mereka juga melonjak menjadi USD75 miliar dan omset tahunan naik menjadi USD10 miliar.

Sumber: zonajakarta, Anadolu Agency

 

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: