Sabtu, Agustus 13, 2022
Sejarah

Turki tolak pernyataan Trump soal peristiwa 1915

Turki tolak pernyataan Trump soal peristiwa 1915 - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Turki mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang peristiwa 1915 antara Turki dan Armenia, Rabu [24/04].

“Kami menolak pernyataan Presiden AS Donald Trump tertanggal 24 April 2019 sehubungan dengan peristiwa 1915,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan tertulis.

“Pernyataan itu, yang berdasarkan narasi subyektif yang difiksikan oleh orang Armenia, tidak ada nilainya. Distorsi sejarah karena pertimbangan politik domestik tidak pernah bisa diterima,” tambah pernyataan itu.

Kementerian juga meminta Trump untuk bersikap adil dengan mengingatkan rasa sakit lebih dari 500.000 Muslim yang dibantai oleh pemberontak Armenia pada periode yang sama.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Ankara masih mendukung usulannya untuk membentuk Komisi Sejarah Bersama – komisi gabungan para sejarawan dari Turki dan Armenia, serta para pakar internasional – untuk menjelaskan semua aspek peristiwa yang terjadi 104 tahun lalu.

[adinserter name=”Block 1″]

“Warga radikal Armenia, yang ingin memastikan bahwa tanggung jawab mereka dalam peristiwa 1915 diabaikan, tidak menunjukkan keberanian untuk menanggapi proposal ini secara positif,” tulis pernyataan tersebut.

Kementerian itu kemudian mengingatkan kembali soal umat Islam, Kristen, Yahudi dan semua komunitas Utsmaniyah lainnya yang kehilangan nyawa mereka selama jatuhnya Kekaisaran Ottoman.

Pada Rabu, Trump mengumumkan peringatan tahunan peristiwa 1915, dia sekali lagi menggunakan istilah Armenia “Meds Yeghern”, atau “Kejahatan Besar” untuk menggambarkan tragedi itu.

Para presiden AS sebelumnya menahan diri dari menyebut kematian orang Armenia sebagai “genosida”, tetapi mantan Presiden Barack Obama mengadopsi istilah Armenia “Meds Yeghern”, atau “Kejahatan Besar”, untuk menggambarkan tragedi itu, sebuah langkah yang kemudian diulang oleh Trump.

[adinserter name=”Block 1″]

“Kami menyambut upaya Armenia dan Turki untuk mengakui dan memperhitungkan sejarah mereka yang menyakitkan,” kata Trump.

Baca juga  LSM Turki nyatakan dukung Azerbaijan, bersedia jadi relawan untuk berperang

“Kita berdiri bersama orang-orang Armenia dalam mengenang kembali nyawa yang hilang selama Meds Yeghern dan menegaskan kembali komitmen kita pada dunia yang lebih damai,” tambah dia.

Turki meyakinkan bahwa kematian orang-orang Armenia di Anatolia timur pada 1915 terjadi ketika sejumlah pihak memihak Rusia dan memberontak melawan pasukan Ottoman.

Pemindahan warga Armenia berikutnya juga menimbulkan banyak korban.

[adinserter name=”Block 1″]

Ankara tidak menerima tuduhan melakukan genosida, tetapi mengakui adanya korban di kedua pihak selama peristiwa Perang Dunia I. [Anadolu Agency]

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: