Senin, Agustus 8, 2022
Peristiwa

WN Jepang dideportasi dari Turki karena bunuh & makan kucing

WN Jepang dideportasi dari Turki karena bunuh & makan kucing - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Seorang warga negara Jepang yang diidentifikasi dengan inisial DM akan dideportasi setelah polisi di Istanbul mendenda dia karena membunuh dan memakan anak kucing.

DM telah menjadi penduduk distrik Küçükçekmece selama sekitar tiga tahun. Ketika anak-anak kucing yang berkeliaran di jalan di lingkungannya mulai menghilang, seorang warga memperhatikan bahwa tersangka sedang menangkap kucing-kucing tersebut. Warga yang melihat dia membawa lima anak kucing dalam ember ke rumahnya minggu lalu, kemudian memberi laporan pada polisi. Polisi menahan DM ketika berada di bank. Setelah diinterogasi, dia mengaku mencekik dan memakan anak-anak kucing itu. Dia dikenakan denda sebesar 10.375 lira Turki (1.212 dolar AS) dan dipindahkan ke pusat yang bertanggung jawab untuk mendeportasi orang asing.

Yasin Öztürk, seorang penjaga toko di lingkungan itu yang merawat anak-anak kucing yang dibunuh oleh tersangka, mengatakan, dia bahkan tidak pernah menduga bahwa pria itu akan melakukan hal seperti itu.

“Saya dan yang lain merawat induk anak kucing sebelum dia melahirkan dua bulan lalu. Mereka menghilang suatu pagi dan kami kemudian mendengar bahwa pria ini menaruhnya di ember dan membawanya pulang. Saya tidak percaya seseorang bisa melakukan hal yang mengerikan seperti itu,” katanya kepada Demirören News Agency (DHA), Selasa.

Hewan liar menikmati kehidupan yang cukup nyaman di Turki karena kecintaan terhadap hewan yang mengakar dalam budaya Turki. Namun, hewan-hewan tersebut juga tidak terlepas dari kekejaman yang tumbuh karena kurangnya hukuman berat atas kekejaman terhadap hewan. Di bawah undang-undang saat ini, setiap tindakan penyiksaan atau pembunuhan hewan liar dapat dihukum di bawah “kerusakan komoditas.” Parlemen saat ini sedang mengerjakan rancangan undang-undang yang menyerukan pemenjaraan orang-orang yang dihukum karena kekejaman terhadap hewan, sebuah undang-undang yang juga berupaya meningkatkan hak-hak hewan. Hal ini diharapkan dapat mencegah tindakan kekerasan terhadap hewan, seperti insiden di mana tujuh anjing dan tujuh kucing mati di provinsi barat daya minggu lalu, dilaporkan setelah memakan ayam yang dicampur dengan racun.

Baca juga  Turki tangkap 6 pekerja medis karena membuat sertifikat vaksin palsu

Sumber: Daily Sabah

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: