Sabtu, Agustus 13, 2022
Teknologi

Drone boat bersenjata rudal milik Turki siap jalani uji coba

Drone boat bersenjata rudal milik Turki siap jalani uji coba - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Drone boat nirawak (SIDA), platform pertama dari seri ULAQ yang dikembangkan bekerja sama dengan perusahaan industri pertahanan Turki dapat meluncurkan rudal.

Produksi prototipe kapal laut tak berawak bersenjata pertama Turki mulai diproduksi di Antalya oleh Ares Shipyard dan Meteksan Defense tiga tahun lalu sepenuhnya rampung.

Meskipun SIDA dapat melayani misi pengumpulan-intelijen, SIDA juga dilengkapi sistem komando dan kontrol yang memungkinkan semua pergerakannya dikendalikan dan dikelola dari jarak jauh.

Kapal tersebut dilengkapi dengan rudal anti-tank jarak jauh yang diproduksi oleh pembuat roket Turki Roketsan.

Utku Alanc, CEO Ares Shipyard mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kapal tersebut sudah sepenuhnya siap untuk dioperasikan.

“Uji intensif kendaraan air tempur tak berawak dimulai dari dibawa ke laut dan akhirnya semua tahapan uji berhasil diselesaikan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa prioritas mereka adalah memasok kapal itu untuk pasukan keamanan Turki terlebih dahulu. Ekspor ke negara-negara sahabat dan sekutu akan segera dimulai sejalan dengan izin yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan Nasional, sebutnya.

Kami memiliki kemampuan untuk memproduksi lebih dari 50 kapal per tahun dan membuatnya siap untuk dioperasikan, tambahnya.

Erdal Torun, Wakil Direktur Meteksan Defense juga mengatakan, kapal itu diproduksi untuk Blue Homeland Turki dengan menggabungkan pengalaman dua perusahaan.

Blue Homeland merujuk pada hak kedaulatan maritim Turki di Mediterania, Laut Hitam, dan Laut Aegea berdasarkan perjanjian internasional.

Kapal tempur tak berawak itu memiliki daya jelajah 400 kilometer, kecepatan 65 kilometer per jam, kemampuan penglihatan siang dan malam, dan perlengkapan komunikasi terenkripsi nasional.

Kendaraan yang dilengkapi dengan berbagai jenis muatan, seperti peperangan elektronik, pengacau, dan sistem komunikasi dan intelijen yang berbeda, serta sistem rudal untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional pasukan keamanan Turki.

Baca juga  Erdogan umumkan keberhasilan uji coba rudal maritim "Atmaca"

Dioperasikan dari stasiun kontrol darat bergerak, markas militer, dan pusat komando atau platform angkatan laut seperti kapal induk dan fregat untuk melakukan berbagai misi seperti Pengintaian, Pengawasan & Intelijen, Anti-Surface Warfare (ASuW), Asymmetric Warfare, Pengawalan & Perlindungan Angkatan Bersenjata, dan Keamanan Fasilitas Strategis

Sumber: Anadolu Agency English

4 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: