- Advertisement -
Pendidikan

Erdogan hadiri pelantikan Direktur Yasasan Ma’arif Turki di Afrika Selatan

TURKINESIA.NET – Johannesburg. Presiden Erdogan dijadwalkan akan menghadiri  pelantikan Direktur Utama Yayasan Maarif Turki di Afrika Selatan sebagai bagian dari kunjungan empat harinya ke benua tersebut.

Erdogan melakukan kunjungan ke ibukota Afrika Selatan Johannesburg untuk menghadiri undangan KTT BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) ke-10.  Beliau juga diharapkan untuk menghadiri kunjungan resmi ke Zambia pada 28 Juli. Di Afrika Selatan, ada 11 sekolah milik FETO (sebuah kelompok teror yang berusaha melakukan kudeta atas pemerintahan sah Turki pada tahun 2016) dengan siswa berjumlah 2.800.

Tujuan yayasan ini adalah untuk mengambil alih sekolah-sekolah tersebut dari organisasi teroris, seperti yang telah dilakukan di 28 negara lain.

Saat ini, Yayasan Maarif Turki yang bertanggung jawab atas kegiatan pendidikan Turki di luar negeri dalam koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Luar Negeri, sedang menjalankan operasi untuk mengambil alih sekolah terkait FETÖ di negara-negara Afrika. Sejak didirikan, yayasan telah melakukan kontak resmi dengan 90 negara, menunjuk direktur sejauh ini hingga 40 negara dan saat ini menjalankan 101 sekolah. Di 12 negara, dengan bantuan pemerintah negara-negara tersebut, termasuk Niger, Chad, Somalia dan Sudan, 94 sekolah dengan lebih dari 10.000 siswa telah dialihkan ke Yayasan Maarif dari sekolah-sekolah FETÖ.

Afrika Selatan dan Zambia diharapkan menjadi negara berikutnya yang berkolaborasi dengan Turki dan Yayasan Maarif Turki dalam perang melawan FETÖ dan kegiatan mereka di benua tersebut. Secara keseluruhan, 80 persen dari 12.000 siswa Maarif berasal dari Afrika. Pengambilalihan sekolah terbaru dilakukan di Kongo melalui kerja sama antara pemerintah kedua negara. Diperkirakan pada puncaknya bernilai 25 miliar USD pada tahun 2012, FETÖ dianggap sebagai kelompok ekonomi yang menikmati dukungan dari jaringan transnasional perusahaan perdagangan dan bisnisnya.

Baca juga  Lulusan sekolah Maarif lebih tertarik melanjutkan pendidikan di universitas Turki

Elemen kunci dari jaringan ekonomi yang luas ini adalah sistem sekolah yang dioperasikan oleh kelompok FETO di AS, Afrika, Balkan, Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Tenggara – dan berbagai wilayah lainnya. Penataan komersial dan keuangan FETÖ telah berfokus pada pembangunan sekolah di negara-negara Afrika.

Dengan menjanjikan pendidikan gratis bagi anak-anak elit politik, pejabat tinggi militer dan birokrat, FETO berusaha mendapatkan akses ke posisi penting dan tingkat tinggi di berbagai negara. Dengan demikian, mereka berharap untuk membangun jaringan individu tingkat elit.

Sebelum pengambilalihan sebagian dari sekolah FETO oleh Yayasan Maarif Turki, jumlah sekolah yang berafiliasi dengan FETÖ di 35 negara Afrika diperkirakan telah melampaui 100. Sekolah pertama di Afrika dibuka di Tangier pada tahun 1994.

Yang pertama di Afrika sub-Sahara muncul di Senegal pada tahun 1997, diikuti oleh setahun kemudian sekolah di Kenya, Tanzania dan Nigeria. [Daily Sabah]

 

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: