- Advertisement -
Ekonomi

Erdogan mengajak Putin untuk kerja sama produksi rudal S-500

Turkinesia.net – Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengatakan pada Rabu (13/06) bahwa Turki tertarik dengan produksi gabungan sistem pertahanan rudal S-500 bersama Rusia.

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar 24 TV, Erdogan mengatakan dia sudah membuat tawaran untuk produksi bersama kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Erdogan mengkritik NATO sebagai sekutu Turki atas keengganan mereka untuk menjual senjata kepada Turki atau memproduksi bersama-sama.

“Rusia [di sisi lain] telah memberi kami pinjaman untuk S-400 dengan persyaratan yang sangat masuk akal. Pada tahap kedua dan ketiga, kami akan melanjutkan produksi bersama. Mungkin kami akan memproduksi S-500.”

Pada bulan Desember, Turki secara resmi menandatangani perjanjian senilai 2,5 miliar USD dengan Rusia untuk S-400, sistem rudal anti-pesawat jarak jauh paling canggih milik Rusia.

Turki bertujuan untuk mengatasi kebutuhan pertahanannya yang semakin besar, telah memutuskan untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia. Turki akan menjadi negara anggota NATO pertama yang mengakuisisi sistem tersebut.

Dengan S-400, Ankara bertujuan untuk membangun sistem pertahanan udara dan anti-rudal jarak jauh pertama untuk melindungi diri dari ancaman di wilayah tersebut.

Selain itu, Turki berusaha membangun sistem pertahanan rudalnya sendiri karena kesepakatan itu juga melibatkan transfer teknologi dan pengetahuan. Sistem S-400, yang diperkenalkan pada tahun 2007 merupakan generasi baru sistem rudal Rusia dan sejauh ini Rusia hanya menjualnya ke Cina dan India.

S-400 pertama diharapkan akan dikirimkan pada awal 2020.

Daily Sabah

 

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: