Friday, May 24, 2024
Internasional

Erdogan: Rasis dan anti-Islam telah meracuni kehidupan sosial di Eropa

Turkinesia.net – Eskisehir. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa (13/06/2018) bahwa gerakan rasis, anti-xenofobia dan anti-Islam semakin meracuni kehidupan sosial dan politik di negara-negara Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pidato di sela-sela pembukaan pipa gas alam ke Anatolia “Tanab”, di provinsi Eskisehir bagian barat Turki.

“Beberapa politisi Eropa menuangkan minyak atas api, dengan tujuan mencapai kepentingan jangka pendek. Kita sebagai negara dengan lebih dari 6 juta warganya tinggal di Eropa sangat kecewa dengan situasi ini,” kata Erdogan.

Erdogan melanjutkan: “Penutupan tempat ibadah dan hasutan permusuhan terhadap warga asing dan hasutan terhadap Muslim tidak akan menguntungkan siapa pun. Dan upaya  membuat keuntungan politik melalui kebijakan provokatif adalah langkah yang naif dan tidak cerdik dan bermain dengan api.”

Presiden Turki ini menunjukkan bahwa rasa sakit dan pembantaian yang diderita oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang Roma di Eropa selama Perang Dunia Kedua telah menunjukkan secara eksplisit bahwa kebijakan yang tidak bertanggung jawab seperti itu yang telah muncul baru-baru ini, dapat berubah menjadi adegan-adegan memalukan.

Erdogan menyerukan kepada para politisi “pemula” di Eropa untuk melihat sejarah mereka dan mengambil pelajaran, sebelum melakukan manuver provokatif, menekankan bahwa perjuangan melawan ekstremisme bukan dengan menutup pintu lembaga yang sah dan legal.

“Tidak mungkin memberantas terorisme dengan mengekang kebebasan berkeyakinan dan beribadah kaum muslimin. Langkah semacam ini akan membuka ruang baru untuk dimanfaatkan oleh organisasi teroris seperti ISIS dan al Qaeda,” katanya.

“Sangat berguna bagi pemerintah Austria untuk kembali ke jalurnya sesegera mungkin daripada memaksakan kesalahan.”

Jumat lalu, pemerintah Austria mengumumkan penutupan 7 masjid dan mendeportasi sejumlah besar imam. Mereka mengklaim tindakan tersebut diambil untuk mencegah pemikiran radikal dan penyebaran nasionalisme”

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d