- Advertisement -
Internasional

Erdogan tolak duduk semeja dengan Trump karena ada As-Sisi

TURKINESIA.NET – WASHINGTON. Presiden Recep Tayyip Erdoğan menolak untuk makan siang bersama Presiden AS Donald Trump di sebuah meja karena di sana juga ada pelaku kudeta Mesir Abdelfettah el-Sisi, menurut laporan sumber pada Selasa malam [24/09].

Awalnya Erdogan dijadwalkan berada di meja yang sama dengan Trump setelah berlangsungnya Majelis Umum PBB, namun karena kehadiran el-Sissi, ia dan delegasinya memilih duduk makan siang di meja lain.

Trump sebelumnya menyebut Al-Sisi sebagai “diktator favorit”, sebuah pernyataan nekat yang mengejutkan banyak pihak.

Erdogan sebelumnya mendesak PBB untuk meluncurkan penyelidikan resmi atas kematian Presiden Mohammed Morsi. Morsi merupakan presiden pertama dan satu-satunya yang terpilih secara demokratis dalam sejarah Mesir.

Erdogan menyalahkan Abdel Fattah Al-Sisi atas kematian Morsi.

“Mereka [rezim Mesir] tidak melakukan bantuan sedikit pun karena presiden pertama yang dipilih secara demokratis menderita selama lebih dari 20 menit [di ruang pengadilan]. Mereka tidak menyerahkan jasadnya ke keluarganya atau membiarkannya dimakamkan di kota asalnya sesuai keinginannya,”

“Sissi adalah seorang tiran, bukan seorang demokrat,” kata Erdogan.

“Saya berharap PBB yang menemukan sikap Turki atas pembunuhan Jamal Khashoggi, juga akan menangani kematian Morsi yang mencurigakan,” kata Erdogan.

[adinserter block=”1″]

“Kami tidak akan membiarkan kematian Morsi dilupakan seperti kami tidak membiarkan kematian mendiang Jamal Khashoggi dilupakan,” tambahnya.

Erdogan mengatakan Turki juga akan menggunakan setiap sumber daya yang tersedia dalam batas-batas hukum internasional untuk menjelaskan kematian Morsi.

Morsi terpilih sebagai presiden pada tahun 2012 tetapi digulingkan dalam kudeta militer setahun kemudian. Militer yang saat itu dipimpin oleh Sissi, menghancurkan gerakan Ikhwanul Muslimin dengan tindakan keras, menangkap Morsi dan banyak pemimpin kelompok lainnya. Mereka telah berada di penjara dan menjalani berbagai pengadilan sejak kudeta.

Baca juga  Singapura bantu warga Turki korban serangan teror di Selandia Baru

Menurut keluarganya, Morsi menderita diabetes dan penyakit ginjal dan belum mendapatkan perawatan medis yang tepat.

[adinserter block=”1″]

Amnesty International dan kelompok-kelompok hak asasi manusia lainnya menyerukan penyelidikan yang adil, transparan dan komprehensif terhadap kematian Morsi serta mengajukan pertanyaan tentang bagaimana ia diperlakuan di penjara. [Daily Sabah]

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: