- Advertisement -
Internasional

Erdogan: Zona aman di Suriah harus dikontrol oleh Turki

TURKINESIA.NET – ANKARA. Zona aman di perbatasan Turki – Suriah harus berada di bawah kendali Turki, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi, Erdogan mengatakan Turki adalah negara pertama yang terkena dampak dari baku tembak.

“Saya akan melakukan tindakan pencegahan di negara tetangga (Suriah),” tambahnya.

Kata Erdogan, lingkungan yang damai dan stabil di provinsi Afrin, Jarabulus, dan al-Bab Suriah harus dipertahankan di sepanjang wilayah perbatasan.

“Penting bagi kita bahwa langkah AS menarik diri dari Suriah tidak mengarah pada hal yang bertentangan dengan kepentingan negara kita dan kesatuan politik dan integritas wilayah Suriah,” kata Erdogan.

Erdogan menekankan, Turki tidak akan menerima jika kekosongan setelah penarikan pasukan AS di Suriah digantikan oleh kelompok-kelompok teroris.

Erdogan mengatakan Perjanjian Adana – ditandatangani antara Ankara dan Damaskus pada tahun 1998 – memungkinkan pasukan Turki untuk melakukan operasi di dalam wilayah Suriah di dekat perbatasan Turki.

Suriah baru mulai bangkit dari konflik yang menghancurkan negeri itu sejak krisis yang dimulai pada awal 2011. Saat itu rezim Bashar al-Assad menindak rakyat yang menuntut reformasi dengan berbagai aksi kekerasan yang kejam.

Desember lalu, Trump membuat pengumuman mengejutkan bahwa AS akan menarik semua pasukannya dari Suriah. Kata Trump, Daesh telah dikalahkan di negara itu.

Menyinggung hubungan Turki-Mesir, Presiden Erdogan mengatakan dia tidak akan pernah bertemu dengan orang seperti “itu”, merujuk pada Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.

“[Mohammed] Morsi terpilih sebagai presiden Mesir dengan 52 persen suara dalam pemilihan. Tetapi kemudian dia diambil alih. Sekarang, Morsi berada di penjara dengan teman-temannya,” katanya. “Saya selalu katakan bahwa al-Sisi adalah pelaku kudeta.”

Baca juga  Erdogan: Rezim Assad, Rusia dan milisi dukungan Iran bantai warga sipil di Idlib

Erdogan melanjutkan, 42 orang yang dieksekusi mati di bawah pemerintahan al-Sisi tidak dapat diterima. [Anadolu Agency]

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: