Saturday, June 22, 2024
Palestina

Hakan Fidan: Turki akan gabung dengan Afsel gugat genosida Israel di Gaza

Hakan Fidan: Turki akan gabung dengan Afsel gugat genosida Israel di Gaza
Hakan Fidan: Turki akan gabung dengan Afsel gugat genosida Israel di Gaza

Turki akan bergabung dalam kasus genosida Israel di Gaza yang diajukan Afrika Selatan (Afsel) ke Mahkamah Internasional (ICJ). Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Rabu.

Fidan berbicara pada konferensi pers bersama di ibu kota Ankara dengan rekannya dari Indonesia Retno Marsudi.

Ia mengatakan Turki akan terus mendukung rakyat Palestina dengan semua cara.

Ia menyatakan sejauh ini hanya dua negara, Nikaragua dan Kolombia, yang telah mengambil langkah nyata mengenai masalah ini dan mengajukan permohonan ke pengadilan internasional.

“Kami menyampaikan penilaian kami kepada Tuan Presiden dan hari ini, saya menyatakan keputusan politik Turki sejauh itu. Kami berharap proses yang ada di hadapan ICJ dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Fidan menekankan bahwa Ankara sedang mengerjakan permohonan tersebut dan akan segera menyelesaikan kerangka hukum mengenai masalah tersebut. “Setelah teks hukumnya disusun, kami akan mengajukan permohonan resmi kami,” katanya.

Fidan menambahkan bahwa mereka akan terus bekerja dengan negara-negara sahabat dan sekutu mengenai apa lagi yang bisa dilakukan dan meyakinkan negara-negara lain untuk bergabung dengan mereka dalam uji coba ini.

“Turki akan selalu mendukung rakyat Palestina,” tegasnya.

Turki telah menjadi pembela setia perjuangan Palestina dan melanjutkan upaya diplomatik dan hukum untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Delegasi yang terdiri dari 15 ahli hukum dari Turki baru-baru ini menyerahkan dokumen ke Den Haag yang berisi daftar kejahatan perang Israel.

Mereka mengutip bukti yang diperoleh di lokasi dari Gaza, termasuk kesaksian notaris dari para korban luka, warga sipil yang tinggal di sana yang diwawancarai melalui telepon dan informasi dari jurnalis yang saat ini bertugas di daerah kantong tersebut dan menyaksikan langsung serangan Israel.

Dalam kasusnya di hadapan ICJ, Afrika Selatan menuduh Israel melanggengkan genosida di Jalur Gaza.

Dalam kasus tersebut, pengadilan meminta Israel untuk melakukan segala dayanya untuk mencegah genosida dan baru-baru ini memerintahkan negara tersebut untuk “memastikan bantuan kemanusiaan yang mendesak” di Gaza tanpa penundaan.

 

Fidan mengatakan pada konferensi pers pada hari Rabu bahwa dia bertanya-tanya mengapa komunitas internasional masih menunggu sebelum mengambil tindakan di tengah situasi di Gaza.

“Pada abad ke-21, banyak orang sekarat karena kelaparan di Gaza. Kuburan massal ditemukan di tempat-tempat di mana pasukan Israel mundur. Perempuan, anak-anak, pasien, orang lanjut usia menjadi sasaran tanpa pandang bulu. Sudah waktunya untuk menerapkan tindakan (memaksa Israel untuk berhenti). Baik warga Palestina, Turki, maupun negara-negara lain yang memperjuangkan keadilan tidak akan menerima upaya Israel untuk mengepung rakyat Palestina dan mengusir mereka dari tanah mereka,” kata Fidan.

 

“Kita dihadapkan pada sebuah pilihan. Kita akan berpihak pada hukum dan kemanusiaan, atau kita akan menanggung akibatnya bersama-sama atas masalah yang disebabkan oleh penindasan ini. Saya sekali lagi memperingatkan negara-negara yang mendukung kejahatan Israel dan membahayakan sistem dan keamanan internasional,” tambahnya.

Menteri tersebut menekankan bahwa Israel harus diadili atas serangannya di Gaza.

“Kami menyambut baik permohonan Afrika Selatan ke ICJ dan Presiden Erdoğan menginstruksikan kami untuk mencari cara untuk terlibat dalam kasus ini. Kami mendiskusikannya dengan para ahli hukum kami dan meluncurkan proses penelitian yang cermat untuk menjadi bagian dari persidangan di pihak Afrika Selatan. Kami bertukar pandangan dengan negara lain tentang bagaimana melibatkan mereka dalam proses ini, untuk mendorong mereka bergabung (kami),” ujarnya.

Dia mencatat bahwa lebih banyak negara mungkin mengambil sikap mengenai masalah ini, berdasarkan pengamatannya pada pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab baru-baru ini di Arab Saudi mengenai Gaza.

 

Sumber: Daily Sabah

 

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d