Friday, March 1, 2024
Humanitarian

Jalani operasi mata di Turki, korban bom rezim Assad dapat melihat kembali

TURKINESIA.NET – HATAY. Seorang gadis Suriah yang kehilangan penglihatannya dalam serangan udara yang dilakukan oleh rezim Bashar Assad, telah memperoleh kembali sebagian kemampuannya untuk melihat setelah menjalani operasi di Turki dengan dukungan sebuah yayasan di provinsi Hatay.

Sidra Muhammad kehilangan seluruh penglihatannya karena ledakan bom yang dijatuhkan oleh rezim di Hama pada tahun 2015.

Dua tahun lalu, gadis berusia 5 tahun itu kemudian meninggalkan negara tersebut bersama keluarganya untuk berlindung di Turki, di mana ia menjalani operasi mata dengan dukungan dari Hatay Mutual Aid Society (HAYAD).

Abdulrazzaq Muhammad, ayah dari gadis itu, yang kehilangan ibu dan saudara perempuannya dalam serangan yang sama, mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa putrinya pertama kali menerima perawatan di rumah sakit lapangan di Suriah di mana sumber daya dokter tidak mencukupi.

[adinserter name=”Block 1″]

“Di negara kami fasilitas kesehatan terbatas. Ketika serangan meningkat di Hama, saya datang ke Hatay dua tahun lalu dengan istri dan dua anak,” kata Muhammad.

Dia mengatakan bahwa putrinya tidak bisa berjalan, berbicara atau bermain sebelumnya, karena dia tidak bisa melihat apa-apa. Muhammad mengucapkan terima kasih kepada para pejabat dari yayasan dan para dokter Turki yang melakukan operasi.

“Putriku berlari ke arahku, memeluk dan menciumku. Itu sangat berharga,” katanya.

Cengaver Tamer, dokter Turki spesialis mata dan spesialis bedah mata, mengatakan kepada AA bahwa gadis itu benar-benar kehilangan penglihatan di mata kanannya, tetapi dokter dapat memulihkan penglihatan mata kirinya dengan membersihkan salah satu lapisan kornea yang rusak selama perawatan di Suriah.

“Saya pikir mata Sidra terpapar pada efek gelombang kejut yang kita sebut ‘efek ledakan.’ Jaringan mata sangat sensitif dan sangat dapat menanggapi trauma semacam itu. Kami memperhatikan bahwa Sidra mulai melihat setelah operasi. Untuk saat ini, ia melihat jarak yang dekat, gerakan tangan, benda, dan dapat bersentuhan dengan mereka,” kata Tamer, menambahkan bahwa mereka akan melakukan operasi kedua dalam beberapa minggu mendatang untuk sepenuhnya menyembuhkan mata. [Daily Sabah]

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d