- Advertisement -
Dunia IslamInternasional

Kepresidenan Turki lestarikan tradisi asyura dengan membagi makanan di 7 kota

TURKINESIA.NET – ANKARA. Lembaga Kepresidenan Turki pada hari Jumat [13/09] melestarikan tradisi asyura dengan menyajikan makanan kepada warga di tujuh kota, yaitu Ankara, İzmir, İstanbul, Rize, Antalya, Erzurum, dan Diyarbakır.

Staf kepresidenan menghidangkan makanan dalam bentuk lambang kepresidenan dan dimasak oleh para koki lembaga tersebut, lalu dibagikan di luar masjid setelah salat Jumat.

Tradisi membagikan makanan berupa bubur pada bulan Muharram ini merupakan tradisi masyarakat Turki memperingati 10 Muharram atau Asyura. Dalam bahasa Turki disebut Asure tatlisi (manisan Asyura). Asure berarti sepuluh, berasal dari bahasa Arab asyara. Asyura tahun ini jatuh pada hari Senin [02/09]. Namun, tradisi bagi-bagi kanji tersebut bukan hanya pada 10 Muharam, tapi sepanjang bulan alias satu bulan penuh.

Umat ​​Islam merayakan hari itu dengan menyajikan hidangan penutup asyura. Makanan asyura ini dikenal juga sebagai “bubur Nuh”. Muslim percaya bahwa 10 Muharram merupakan hari selamatnya Nabi Nuh dari banjir besar.

Saat Nabi Nuh beserta pengikutnya mendarat di sebuah gunung dengan selamat, beliau meminta dibuatkan makanan dari biji-bijian yang mereka bawa, hingga jadilah makanan dalam bentuk bubur dan disantap bersama sebagai wujud syukur kepada Allah.

Peristiwa inilah yang dipercaya sebagai latar belakang tradisi asyura di Turki yang telah mengakar hingga sekarang.

[adinserter block=”1″]

Pada kesempatan itu, berbagai organisasi nirlaba dan pemerintahan kota menyajikan hidangan ashura untuk ribuan orang, terutama kalangan masyarakat miskin di seluruh Turki. []

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: