- Advertisement -
Humanitarian

Lembaga Kemanusiaan Turki bantu evakuasi warga Ghouta timur

Turkinesia.net – Sebuah konvoi kendaraan pertama yang membawa warga sipil dan pejuang oposisi dari distrik Harasta wilayah Ghouta Timur Suriah telah tiba di Idlib dan Aleppo pada hari Jumat.

Seorang narasumber Anadolu Agency melaporkan bahwa 30 bus telah mencapai Idlib dan pedesaan barat provinsi Aleppo pada Jumat, membawa lebih dari 1.900 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

Satu pengungsi perempuan dilaporkan melahirkan saat melakukan perjalanan, sementara yang kedua meninggal karena kondisi kesehatan yang kronis.

Pengungsi akan ditampung di kamp pengungsi yang didirikan di Idlib dan Aleppo oleh kelompok masyarakat sipil setempat.

Setelah melakukan perjalanan 10 jam, para pengungsi diberikan bantuan kemanusiaan yang telah  disediakan oleh Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH).

Berbicara kepada Anadolu Agency, juru bicara IHH Selim Tosun mengatakan pasokan yang tersedia termasuk paket makanan, buah, air dan bahan-bahan pembersih.

Evakuasi terlaksana sebagai bagian dari perjanjian yang diperantarai Rusia antara rezim Assad Suriah dan kelompok oposisi bersenjata.

Sebanyak 8.000 orang – termasuk pejuang oposisi dan keluarga mereka – sekarang dijadwalkan untuk dievakuasi dari Ghouta Timur, sebuah kota di pinggiran Damaskus yang dikepung oleh rezim.

Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2401, yang menyerukan gencatan senjata di Suriah – terutama di Ghouta Timur – untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Meskipun ada resolusi gencatan senjata, rezim dan sekutu-sekutunya awal bulan ini meluncurkan serangan darat utama – yang didukung oleh kekuatan udara Rusia – yang bertujuan merebut bagian-bagian yang dikuasai oleh oposisi di distrik itu.

Sejak 19 Februari, lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas dalam serangan oleh rezim dan sekutunya di Ghouta Timur.

Baca juga  IHH Turki: Pengungsi Suriah masih membutuhkan 100.000 lebih rumah di Idlib

Tempat bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, distrik ini berada dalam pengepungan rezim yang telah  melumpuhkan selama lima tahun terakhir, telah mencegah pengiriman pasokan kebutuhan kemanusiaan. [Anadolu Agency]

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: