Senin, Agustus 15, 2022
Teknologi

Temel Kotil ungkap info penting perkembangan proyek pesawat tempur nasional generasi kelima Turki

Temel Kotil ungkap info penting perkembangan proyek pesawat tempur nasional generasi kelima Turki - Turkinesia
pesawat tempur nasional Turki TF-X (MMU)

TURKINESIA.NET – ANKARA. Perusahaan industri pertahanan Turki telah menggabungkan kemampuan mereka untuk proyek National Combat Aircraft (MMU), jet tempur siluman generasi kelima dan salah satu proyek teknologi yang telah lama ditunggu-tunggu di negara itu.

Temel Kotil, Manajer Umum Turkish Aerospace Industries (TAI) yang merupakan kontraktor utama proyek tersebut, mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa proses produksi berjalan dengan baik dan prototipe yang mencakup sistem avionik, kontrol dan hidrolik, akan diresmikan untuk pertama kalinya pada 18 Maret 2023.

Ia menyatakan bahwa mereka memiliki jadwal yang “sangat ketat” untuk diikuti.

Ia menyebut, proyek ini memberikan pengetahuan dan menerima kontribusi dari pihak lain.

“Kita punya Aselsan untuk avionik dan hardware komputer, kita punya Havelsan untuk software, TAI juga punya tim softwarenya,” ujarnya.

Aktuator yang menyediakan pergerakan sayap dan permukaan kontrol di pesawat tempur adalah hasil dari kemitraan yang didirikan oleh TAI, Altınay dan perusahaan Ukraina. TAI bekerja untuk menghasilkan kanopi transparan yang mengelilingi kokpit secara lokal.

“Ada radar yang sangat efektif di hidung pesawat. Kami memberikan tugas ini kepada Aselsan, mereka sedang mengerjakannya. Ada sensor di pesawat yang diproduksi oleh Aselsan dan Havelsan,” ungkapnya.

Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki (TÜBITAK) Information Security Advanced Technologies Research Center (BILGEM) sedang mengembangkan komputer pusat.

Pavotek, perusahaan Turki lainnya, sedang mengembangkan sistem distribusi listrik.

Kotil mengatakan mereka memanfaatkan semua kemampuan yang tersedia di Turki untuk pesawat ini.

“Membangun pesawat tempur berarti menempatkan semua elemen yang berkontribusi ke dalam aksi,” ujar Kotil, karena peran utama TAI adalah merancang dan melengkapi geometri.

Manufaktur pesawat tempur juga berarti produksi dalam negeri, “Untuk alasan ini, kami memasukkan perusahaan Turki dalam proyek ini sebanyak mungkin dan menandatangani kontrak dengan mereka,” katanya.

Baca juga  Berhasil uji coba, sistem roket baru Turki siap digunakan oleh pasukan di lapangan

Jumlah insinyur yang terlibat dalam proyek ini telah mencapai 1.000 dan jumlah insinyur di perusahaan TAI telah melebihi 4.000, sebutnya.

Kotil juga mengungkap bahwa hangar yang disiapkan untuk pesawat tempur itu ditargetkan selesai tahun ini.

Karena tingkat kerahasiaan yang tinggi dari proyek MMU, hanggar yang dirancang khusus untuk pesawat akan menjadi struktur yang terisolasi dan akan memiliki infrastruktur komunikasi serta komputer kalkulasi tinggi sendiri.

Kotil mengatakan bahwa proyek jet tempur generasi kelima ini sangat penting bagi perusahaan dan negara.

“Makanya kami bekerja dengan hati-hati. Beban kerja kami ‘membunuh’ kami, tetapi sinergi yang kami hasilkan karena beban kerja meringankan semua masalah lain,” tambahnya.

Pengalaman yang diperoleh melalui pengembangan sistem kontrol penerbangan kendaraan udara tak berawak (UAV) Aksungur yang canggih dan pengalaman yang diperoleh dari upgrade jet tempur F-16 akan bermanfaat bagi pesawat tempur nasional generasi kelima, kata Kotil.

“Bagian terpenting dari MMU adalah suku cadang titanium yang menahan mesin. Ini adalah bagian yang paling sulit untuk diproduksi.”

“Namun, perusahaan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam pembuatan seperti itu,” ungkapnya,  saat mereka membuat bagian tengah F-35.

Kotil melanjutkan, MMU terdiri dari 20.000 bagian, mesin yang sudah jadi akan digunakan pada permulaan, dan kemudian mesin yang akan dikembangkan oleh TRMotor akan diintegrasikan ke dalam pesawat.

Perusahaan telah menjalin kemitraan untuk mengembangkan dan memproduksi landing gear yang akan membawa beban 60 ton, yang merupakan kekuatan yang muncul saat pendaratan.

TF-X MMU adalah jet generasi kelima dengan fitur yang mirip dengan F-35 Lightning II milik Lockheed Martin. Pesawat buatan dalam negeri sedang dikembangkan untuk menggantikan pesawat tempur F-16 Komando Angkatan Udara Turki, menjelang penghapusan bertahap tahun 2030-an.

Baca juga  Pasukan Keamanan Turki terima ratusan drone kamikaze mini generasi baru

Sumber: Daily Sabah

5 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: