Minggu, Oktober 2, 2022
Dunia Islam

Terkesan dengan kebersamaan di Turki, WN Prancis masuk Islam

WN Prancis masuk Islam
WN Prancis masuk Islam

Setelah kehilangan istrinya sembilan bulan lalu, WN Prancis Emile Zehnder, 85, yang berasal dari Strasbourg, mengatakan kepada tetangganya Enver dan Halide Kodat, yang berasal dari Elazığ Turki bahwa dirinya ingin melihat Turki dan meminta mereka untuk membawanya bersama mereka.

Pasangan Turki itu tidak menolak permintaan Emile. Mereka kemudian membawa pria Prancis berusia 85 tahun itu berlibur ke Turki.

Pasangan itu dan Emile pertama kali mengunjungi situs bersejarah di Istanbul dan kemudian datang ke kampung halaman mereka di Elaz.

Emile, yang disambut hangat ke mana pun dia pergi di Elaz, bangun pada suatu pagi dan memberi tahu Enver Kodat bahwa dia ingin menjadi seorang Muslim.

Enver yang awalnya terkejut mengungkapkan kebahagiaannya. Ia kemudian mengajukan permohonan ke Kantor Mufti Provinsi.

Upacara pengucapan syahadat diadakan di gedung Mufti, Wakil Mufti Provinsi Özer Cömert memberi tahu Emile tentang prinsip-prinsip dasar Islam.

Setelah itu, Emile kemudian menjadi seorang Muslim dengan mengucapkan syahadat di hadapan para saksi dan mengambil nama Emin.

Emin Zehnder mengatakan bahwa dia senang karena dirinya seorang Muslim dan dia harus banyak belajar, karena baru saja masuk Islam.

Dia berbicara tentang dukungan yang diberikan oleh tetangga Turki dan Muslim di Prancis setelah istrinya meninggal dan juga apa yang membuatnya terkesan tentang Islam.

“Setelah istri saya meninggal, saya menemukan ketulusan ke mana pun saya pergi, bahwa Muslim benar-benar ‘satu untuk semua.’ Itu sebabnya saya memilih untuk menjadi seorang Muslim. Saya sebelumnya tidak memiliki banyak pengetahuan tentang Islam. Setelah istri saya meninggal, saya mulai lebih banyak menghabiskan waktu dengan tetangga saya. Mereka juga banyak mendukung saya. Setelah itu, saya ingin belajar lebih banyak tentang Islam. Fakta bahwa orang Turki saling mendukung di Prancis juga sangat mengesankan saya,” katanya.

Baca juga  Polisi Turki temukan Taurat berusia 400 tahun

Berdasarkan pengalamannya dengan tetangga Muslimnya, Turki dan perjalanannya ke Türkiye, ia membuat kesimpulan berikut: “Islam adalah agama yang lebih welas asih. Saya baru saja masuk Islam. Saya belajar perlahan. Saya masih harus banyak belajar. Saya akan belajar lebih banyak dari waktu ke waktu. Saya selalu bisa mengatakan hal-hal baik tentang Türkiye.”

Sumber: Daily Sabah

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: