- Advertisement -
Internasional

Trump sangat kecewa pada Erdogan

TURKINESIA.NET – WASHINGTON. Presiden Donald Trump mengatakan dia merasa secara pribadi dikecewakan oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan atas penolakannya untuk melepaskan seorang pendeta evangelis Amerika setelah Amerika Serikat membantu seorang warga Turki yang ditahan di Israel.

“Saya kecewa padanya,” kata Trump pada 30 Agustus dalam  sebuah wawancara Oval Office dengan Bloomberg News. “Saya mengembalikan seseorang untuknya,” kata Trump. “Saya sangat kecewa padanya, tetapi kami akan melihat bagaimana semuanya berjalan.”

Trump mengacu pada dugaan permintaannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membebaskan Ebru Özkan, seorang warga negara Turki yang ditangkap oleh Israel pada bulan Juni ketika ia mengunjungi negara itu sebagai turis. Pada 8 Juli, dia didakwa di sebuah pengadilan keamanan karena diduga membantu kelompok Hamas Palestina selama kunjungan ke Yerusalem, tuduhan tersebut ditolak oleh pengacaranya. Dia dideportasi seminggu kemudian

Setelah pembebasannya, Washington Post melaporkan bahwa Trump meminta Netanyahu dalam panggilan telepon 14 Juli untuk membiarkan Özkan bebas sebagai dalam “pertukaran” untuk Brunson. Sementara pihak Turki menolak keras klaim tersebut, Gedung Putih telah menahan diri untuk membuat pernyataan yang jelas tentang masalah ini.

Donald Trump terkenal sebagai sosok yang sering berbohong dan pernyataan-pernyataan kontroversial yang kemudian dibantah oleh pejabat atau pemeriksa fakta di media sosial.

Media The Star yang berbasis di Toronto, meluncurkan proyek untuk melacak setiap klaim palsu yang dibuat Presiden AS Donald Trump sejak pelantikannya pada 20 Januari 2017.

Menurut situs webnya, dia sejauh ini telah membuat 2.436 pernyataan palsu sebagai presiden AS.

Hubungan antara Ankara dan Washington berada dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya atas penahanan lebih lanjut terhadap seorang pendeta Amerika, Andrew Brunson.

Baca juga  Erdogan resmikan kantor intelijen cabang Istanbul

Brunson, yang telah tinggal di Turki selama lebih dari dua dekade, dituduh membantu para pendukung Fethullah Gulen yang bermarkas di AS yang dinyatakan oleh pihak berwenang Turki sebagai dalang upaya kudeta tahun 2016 di mana 250 orang terbunuh.

Dia juga dituduh mendukung kelompok PKK yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Turki dan AS. [HDN]

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: