Selasa, Agustus 9, 2022
Teknologi

Turki pamer drone Bayraktar TB2 di Teknofest Azerbaijan

Turki pamer drone Bayraktar TB2 di Teknofest Azerbaijan
Turki pamer drone Bayraktar TB2 di Teknofest Azerbaijan

TURKINESIA.NET, BAKU – Turki pamer drone Bayraktar TB2 di festival kedirgantaraan dan teknologi “Teknofest” di Baku, Azerbaijan.

Drone canggih dan teknologi pertahanannya lainnya tak luput dipamerkan dalam festival yang digelar di ibu kota  tersebut.

Bayraktar TB2 diproduksi oleh perusahaan Baykar Defence, sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (28/5/2022).

Pada Rabu (25/5/2022), Bayraktar TB2 dipamerkan terbang di atas Baku.

Drone Turki tersebut pertama kali menarik perhatian pada 2019 ketika digunakan dalam perang di Libya untuk menggagalkan serangan komandan pemberontak, Jenderal Khalifa Haftar, terhadap pemerintah di Tripoli.

Drone tersebut kemudian kembali beraksi pada tahun berikutnya ketika Azerbaijan yang didukung Turki merebut kembali sebagian besar tanah yang hilang dari pasukan separatis Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

Warga Azerbaijan yang menghadiri festival kedirgantaraan tersebut bertepuk tangan ketika Bayraktar TB2 dipamerkan dan unjuk gigi.

Seorang pejabat senior dari industri pertahanan Turki mengatakan, negaranya menghadapi spektrum ancaman yang luas, termasuk dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan ISIS. PKK terdaftar sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu Baratnya.

Ekspor ke 25 negara

Michael Boyle dari Rutgers University-Camden di AS mengatakan bahwa drone buatan Turki seperti Bayraktar TB2 semakin penting untuk konflik modern.

Selama bertahun-tahun, eksportir terkemuka seperti AS dan Israel membatasi jumlah negara yang akan mereka jual, dan juga membatasi model yang ingin mereka jual, katanya kepada AFP.

“Ini menciptakan celah di pasar ekspor yang negara-negara lain, terutama Turki dan China, telah bersedia untuk mengisinya,” tambah penulis buku The Drone Age: How Drone Technology Will Change War and Peace tersebut.

Seorang pejabat Turki mengatakan, negaranya telah berinvestasi dalam industri pertahanan sejak tahun 2000-an.

Baca juga  Media AS bersikap acuh atas serangan Armenia terhadap penduduk sipil Azerbaijan

Tetapi, lompatan nyata terjadi pada tahun 2014 setelah investasi serius dalam teknologi maju dan pergeseran ke arah penggunaan barang-barang buatan lokal.

Pada awal 2000, ekspor teknologi pertahanan Turki hanya berkisar 248 juta dollar AS (Rp 3,6 triliun).

Angka ini meningkat pesat pada 2021 yakni 3 miliar dollar AS (Rp 43 triliun) dan akan mencapai 4 miliar dollar AS (Rp 58 triliun) pada 2022.

Hari ini, Turki mengekspor drone yang relatif murah dan efektif ke lebih dari 25 negara.

Boyle mengatakan, drone tersebut dapat digunakan untuk serangan langsung, terutama terhadap pemberontak dan pasukan teroris.

Selain itu, drone tersebut juga bisa digunakan untuk pengintaian medan perang untuk meningkatkan akurasi dan meningkatkan serangan.

“Jadi mereka adalah pendukung kekuatan darat, dan ini membuat mereka sangat berguna untuk negara-negara seperti Ukraina yang memerangi musuh yang unggul secara militer,” kata Boyle.

Sumber: Kompas

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: