Minggu, Oktober 2, 2022
Eropa

Erdogan: AS cegah Turki peroleh F-35 bukan karena S-400 Rusia, tapi…

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

ANKARA – Presiden Erdogan menyinggung Amerika Serikat yang mencegah Turki memperoleh pesawat tempur F-35 namun menyerahkannya untuk Yunani dimana Athena juga memiliki sistem rudal pertahanan Rusia.

Erdogan mengatakan masalahnya bukan kompatibilitas peralatan militer Rusia dan AS. “Ini adalah [masalah] Turki khususnya,” ujar dia.

Erdogan juga menekankan Turki mampu memperoleh setiap produk yang dihalang-halangi.

Turki  mengeluhkan AS karena mengeluarkan Ankara dari program jet F-35 pada 2019 karena Turki membeli sistem pertahanan S-400 Rusia setelah upayanya untuk memperoleh rudal Patriot AS ditolak.

AS mengklaim sistem Rusia menimbulkan risiko keamanan, tetapi Turki menyatakan bahwa S-400 tidak akan menimbulkan ancaman bagi NATO atau persenjataannya karena tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO.

Ankara juga berulang kali mengusulkan pembentukan komisi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Presiden Turki itu mengecam Yunani atas tindakan yang mengganggu jet Turki yang melakukan misi pengintaian di Aegea dan Mediterania Timur. Erdogan menyebutnya sebagai “tindakan bermusuhan.”

“Yunani telah menantang NATO dan sekutunya dengan meningkatkan sikap bermusuhan, yang dimulai dengan melanggar wilayah udara dan pesawat kami dan memperburuk dengan melakukan penguncian radar [sistem rudal] S-300,” kata Erdogan pada Selasa, menjelang acara perayaan seratus tahun Hari Kemenangan Turki di kompleks kepresidenan di Ankara.

Pemimpin Turki itu menambahkan: “Yunani tidak dapat menandingi kami atau menjadi lawan bicara kami secara politik, ekonomi atau militer.”

Mengacu pada tindakan provokatif terbaru Yunani, Erdogan mengatakan: “Kami ingin tahu tentang tanggapan AS terhadap tindakan pelanggaran oleh sistem pertahanan udara Yunani terhadap jet Turki.”

Turki sering mengkritik NATO, terutama AS, karena tidak cukup mendukungnya dalam sengketa wilayahnya dengan Yunani di pulau-pulau di Laut Aegea dan masalah eksplorasi hidrokarbon di Mediterania Timur.

Baca juga  Parlemen Armenia rusuh, ketua parlemen dikeroyok setelah "pengumuman kalah perang"

Erdogan lebih lanjut mengatakan langkah Yunani untuk membangun pangkalan di pulau-pulau Aegea tidak dapat menggertak Turki.

Turki dalam beberapa bulan terakhir mengecam tindakan provokatif Yunani yang mana akan merusak upaya perdamaian.

Kedua tetangga NATO itu memiliki perselisihan batas laut dan udara yang sudah berlangsung lama di sekitar pulau-pulau Yunani di dekat garis pantai Turki.

Turki mengungkapkan Yunani menempatkan pasukan di pulau-pulau di Laut Aegea yang melanggar perjanjian damai yang ditandatangani setelah Perang Dunia I dan II.

Erdogan memutus dialog dengan Yunani setelah menuduh Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis melobi penjualan senjata AS ke negaranya.

Sumber: Anadolu Agency

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: