Saturday, April 20, 2024
Eropa

Erdogan dukung Swedia masuk NATO, asalkan Turki diterima jadi anggota Uni Eropa

Swedia dan Finlandia gabung NATO

Presiden Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Uni Eropa harus membuka jalan bagi aksesi Ankara ke blok tersebut sebagai syarat persetujuan parlemen Turki untuk mendukung Swedia bergabung dengan aliansi militer NATO.

Lamaran Turki untuk masuk Uni Eropa dibekukan selama bertahun-tahun setelah pembicaraan keanggotaan diluncurkan pada 2005 ketika masa jabatan pertama Erdogan sebagai perdana menteri.

Hubungan antara Ankara dan anggota blok Uni Eropa memburuk beberapa tahun lalu, terutama setelah upaya kudeta yang gagal di Turki pada 2016. Hubungan kini telah membaik karena blok tersebut bergantung pada bantuan Ankara, yang sama-sama Sekutu NATO, terutama dalam hal migrasi.

Sebelumnya, Erdogan mengaitkan dukungan terhadap Swedia untuk masuk NATO dengan tuduhan bahwa negara itu melindungi musuh-musuh politiknya yang dia sebut teroris.

Karena itu, pernyataan bahwa dukungan terhadap Swedia bisa ditukar dengan keanggotaan Turki di Uni Eropa dinilai sangat mengejutkan.

“Saya menyerukan dari sini pada negara-negara yang membuat Turki menunggu di pintu Uni Eropa selama lebih dari 50 tahun,” kata Erdogan, berbicara menjelang keberangkatannya ke KTT NATO di Vilnius.

“Pertama, datang dan buka jalan untuk Turki di Uni Eropa dan kemudian kami akan membuka jalan untuk Swedia, seperti yang kami lakukan untuk Finlandia,” katanya, menambahkan bahwa dia akan mengulangi seruannya selama KTT.

Juru bicara Komisi Eropa mengatakan perluasan NATO dan UE adalah “proses terpisah.”

“Proses aksesi untuk masing-masing negara kandidat didasarkan pada keunggulan masing-masing negara,” kata juru bicara tersebut, seraya menambahkan bahwa kedua proses tersebut tidak dapat dikaitkan.

Ditanya tentang komentar Erdogan, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan sementara dia mendukung keanggotaan Ankara di UE, sementara Swedia menurut dia telah memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk bergabung dengan NATO.

“Masih mungkin untuk membuat keputusan positif tentang Swedia di Vilnius,” kata Stoltenberg dalam konferensi pers.

Swedia dan Finlandia melamar keanggotaan NATO tahun lalu, mengabaikan kebijakan non-blok militer yang telah berlangsung selama beberapa dekade Perang Dingin sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Sementara keanggotaan NATO Finlandia mendapat lampu hijau pada bulan April, Turki dan Hongaria belum menyetujui tawaran Swedia. Stockholm berharap bisa bergabung dengan blok tersebut pada pertemuan puncak di Vilnius.

Erdogan mengatakan aksesi Swedia bergantung pada implementasi kesepakatan yang dicapai musim panas lalu selama KTT aliansi di Madrid, menambahkan bahwa tidak ada yang harus mengharapkan kompromi dari Ankara.

Ankara mengatakan Swedia belum berbuat banyak terhadap orang-orang yang dianggap Turki sebagai teroris, terutama anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) terlarang yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.

Sinan Ulgen, mantan diplomat dan direktur Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Luar Negeri yang berbasis di Istanbul, mengatakan langkah Erdogan tidak akan memperkuat tangan Turki di KTT Vilnius.

“Sisi positif dari langkah mengejutkan ini adalah menunjukkan Turki masih memiliki perspektif keanggotaan UE. Tetapi sulit untuk mengatakan itu akan membantu kemajuan apa pun dalam upaya keanggotaan Turki di UE,” katanya.

Erdogan juga mengatakan bahwa berakhirnya perang antara Ukraina dan Rusia akan memudahkan proses keanggotaan Kyiv di NATO.

REUTERS/Tempo

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d