- Advertisement -
Eropa

Erdogan: Secara politik, ekonomi atau militer, Yunani tidak sepadan dengan Turki

peluncuran operasi militer Turki baru di Suriah utara

ANKARA – Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada hari Senin mengatakan Yunani tidak setara dengan Turki secara politik, ekonomi atau militer, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua sekutu NATO.

“Saya ingin membuat pengingat berikut tentang Yunani, yang baru-baru ini meningkatkan pelecehan dan kekasarannya terhadap negara kita. Yunani tidak berada di level kami, karena tidak setara dengan kami secara politik, ekonomi, atau militer,” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi setelah memimpin pertemuan Kabinet di ibu kota Ankara.

Türkiye dan Yunani telah berselisih mengenai masalah mulai dari penerbangan dan status pulau-pulau Aegea hingga batas laut dan sumber daya hidrokarbon di Mediterania, serta Siprus yang terpecah secara etnis.

Pernyataan Erdogan datang dua hari setelah dia memperingatkan Yunani untuk tidak “melangkah terlalu jauh” dan menuduhnya menduduki pulau-pulau di Laut Aegea yang memiliki status demiliterisasi. Erdogan juga menekankan bahwa Türkiye siap untuk “melakukan apa yang diperlukan” ketika saatnya tiba.

“Pendudukan Yunani atas pulau-pulau Laut Aegea bukan urusan kami,” kata Erdogan pada hari Sabtu.

“Ketika saatnya tiba, kami akan melakukan apa yang diperlukan. Seperti yang kami katakan, tiba-tiba, kami bisa datang dalam semalam.”

Ankara telah mengeluhkan tindakan provokatif dan retorika berulang oleh Yunani di kawasan itu dalam beberapa bulan terakhir.

Mereka mengecam keras peningkatan penumpukan militer Yunani di pulau-pulau di Aegean timur, dekat pantai Turki dan dalam banyak kasus terlihat dari pantai, dan jejak militer AS yang berkembang di kota-kota perbatasan Yunani.

Pulau-pulau ini diharuskan demiliterisasi di bawah Perjanjian Lausanne 1923 dan Perjanjian Paris 1947, sehingga pasukan atau senjata apa pun di pulau-pulau itu dilarang keras.

Türkiye juga menuduh jet tempur Yunani mengunci sistem penargetan radar pada pesawat tempur Turki yang dikatakan berada di wilayah udara internasional. Jet Turki baru-baru ini dilaporkan telah diganggu oleh sistem pertahanan udara S-300 buatan Rusia Yunani yang ditempatkan di Kreta.

Baca juga  Erdogan umumkan penemuan 3 sumur minyak baru di darat

“Jika Anda melangkah terlalu jauh, harganya akan berat,” kata Erdogan pada hari Sabtu.

Sumber: Daily Sabah

 

 

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: