- Advertisement -
Internasional

Erdogan: Turki sudah sepakat soal pembelian S-400 dengan Rusia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Presiden Turki pada Rabu mengatakan bahwa Ankara telah menyelesaikan kesepakatan dalam pembelian S-400 sistem pertahanan produksi Rusia.

“Kami menyimpulkan persoalan S-400, disepakati bersama Rusia, dan akan mulai diproduksi,” ujar Recep Tayyip Erdogan dalam wawancara di TV.

“Selanjutnya, kami mungkin menggunakan S-500 generasi selanjutnya dari sistem pertahanan itu, ujar Erdogan.

Pejabat AS sudah menyarankan Turki untuk membeli misil Patriot milik AS dibanding sistem Rusia, sambil menganggap

S-400 tidak cocok dengan sisem NATO. Namun pejabat Turki telah mengatakan tidak akan mundur dari kesepakatannya dengan Rusia, meskipun harus membeli Patriot.

Kontra Terorisme

Erdogan mengatakan Turki telah memberikan pukulan yang besar kepada teroris PKK di dalam dan luar negeri seperti yang belum pernah terlihat sebelumnya.

“Kekuatan mereka baik di pegunungan dan kota telah dilemahkan,” ujar dia.

Dia mengatakan Turki akan terus melancarkan operasi kontra teror hingga ancaman teror terakhir dihapuskan.

“Terdapat peningkatan angka teroris yang menyerah. Partisipasi dalam tubuh PKK berada pada titik terendah,” ujar Erdogan, bersumpah untuk melakukan operasi baru untuk menghancurkan akar-akar terorisme.

[adinserter name=”Block 1″]

Dia mengatakan Turki akan menghancurkan akar-akar terorisme terlepas dari mana asal negaranya.

“Kami akan menghancurkan mereka di Suriah jika mereka berasal dari Suriah, atau di Irak apabila berasal dari Irak.

“Seperti kami yang menghancurkan koridor teror di Suriah, kami akan menyerang kembali jika ada pembangunan yang baru di sana,” ujar Erdogan.

Mengingat wacana AS untuk “tidak menargetkan Kurdi”, Erdogan menekankan dia telah memperingatkan Presiden AS Donald Trump mengenai kekeliruan dalam penggunakan “ekspresi”.

“Saya menyampaikan kepadanya [Trump] selama anda menggunakan ekspresi-ekspresi ini, kamu akan membuat kesalahan. Perjuangan kami melawan kelompok teror ini [PKK], bukan melawan saudara-saudara kami orang Kurdi. Mungkin orang Kurdi, Prancis, Jerman, Inggris dalam kelompok teror ini,” ujar dia, menyebut teroris Daesh datang “dari seluruh dunia”.

Baca juga  Kendaraan tempur Ejder Yalcin Turki jadi andalan NATO & pasukan perdamaian PBB

Erdogan mengatakan Turki akan menyerang “siapa saja yang menyerang tentara kami, terlepas dari mana mereka berasal”.

Membahas Suriah, dia mengatakan lebih dari 310.000 warga Suriah telah kembali ke rumah mereka di Jarablus, Azaz, Afrin dan Al-Bab.

“Ini adalah perdamaian, kebebasan dan demokrasi di wilayah-wilayah itu di bawah kendali Turki.”

Dia mengatakan, “disamping beberapa kali menemui perselisihan”, Turki dan Rusia menjaga kerja sama mereka melawan teroris di Idlib dan Afrin, Suriah.

Zona aman

Zona aman di Suriah, Erdogan mengingat kembali bahwa dia yang pertama kali mengusulkan pembentukan zona aman kepada mantan Presiden AS Barrack Obama.

Erdogan mengatakan zona aman harus dikendalikan oleh Turki dan tidak ada negara manapun yang akan diizinkan untuk mengendalikannya.

“Karena serangan dari sana [Suriah] dapat terjadi kapan saja.

“Biarkan saya menyampaikan apa yang mereka [AS] akan lakukan; mereka akan memberikan kendali area ini kepada YPG dan PYD. Tidak mungkin Turki akan menerima ini.”

Menyambut sikap tegas Trump terhadap zona aman Suriah, Erdogan mengatakan sisi lain AS mungkin akan menghalangi proses.

“Bagaimanapun juga, AS harus mengakhiri hubungannya dengan kelompok teror PYD/YPG.”

Pada Desember, Trump mengumumkan rencananya untuk menarik semua 2.000 tentara Amerika dari Suriah, mengatakan koalisi pimpinan AS secara militer telah sukses mengalahkan Daesh.

Bulan lalu, pemerintah Trump mengatakan sekitar 200-400 tentara akan tetap berada di Suriah sebagai bagian dari menjaga perdamaian.

Anggota militer AS mengatakan beberapa ratus tentara akan tetap berada di wilayah, dengan kekuatan tetap berada di timur laut Suriah untuk menciptakan “zona aman” sebagaimana pasukan akan ditempatkan di al-Tanf, selatan Suriah.

Minggu lalu, ketika berbicara dengan tentara AS di Pangkalan Angkatan Udara Elmendorf di Alaska, Trump mengatakan 100 persen wilayah Daesh telah direbut.

Baca juga  Pemilihan lokal Istanbul: Selisih suara Yildirim dan Imamoglu menipis menjadi 19.000

Senjata AS di Suriah

Erdogan memperingatkan AS mengenai senjata yang telah mereka berikan kepada teroris di Suriah dan mengatakan pernyataan AS mengenai mereka memiliki nomor seri dari senjata-senjata tersebut bukan sebuah solusi.

Dia menekankan bahwa Turki menghadapi permasalahan yang sama di Irak dan senjata yang telah diberikan kepada kelompok teror PKK.

“Jika AS akan mengeluarkan senjata-senjata itu dari Suriah, mereka dapat melakukan itu sebagaimana itu adalah milik mereka. Bagaimanapun, jika mereka tidak melakukan itu, berikan kepada Turki. Jika dibutuhkan, kita dapat duduk di meja negosiasi dan membelinya. Mereka tidak boleh memberikan senjata-senjata itu kepada teroris,” ujar dia, mengacu kepada YPG/PKK. [Anadolu Agency]

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: