Friday, March 1, 2024
Indonesia-Turki

Rumah Sakit Darurat Muhammadiyah di lokasi gempa Turki dapat respon luar biasa

Rumah Sakit Darurat Muhammadiyah
Rumah Sakit Darurat Muhammadiyah

Rumah Sakit Darurat Muhammadiyah di lokasi gempa Turki mendapat respon luar biasa dari warga setempat.

Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter yang terjadi di Turki, 6 Februari 2023 telah menelan sekira 50.000 korban jiwa. Sebagai respon cepat, Emergency Medical Team Muhammadiyah berangkat bersama pemerintah Indonesia menolong para penyintas.

Muhammadiyah bahkan diketahui menghibahkan Rumah Sakit Darurat senilai 2,5 miliar Rupiah yang dimilikinya kepada pemerintah dan rakyat Turki. Atas aksi kemanusiaan tersebut, relawan Muhammadiyah mendapatkan kesan istimewa dari masyarakat Turki.

Dalam program DiasporaMu di youtube TvMu, Rabu (9/5), Kepala KL Lazismu PCIM Turki, Ahmad Dhiyaul Haq mengungkapkan jika sebelum berpisah karena masa tugasnya telah selesai, para relawan dijamu minum teh terlebih dahulu oleh para penyintas.

“Bahkan teman-teman kami juga penerjemah itu dibuatkan semacam gelang perpisahan waktu mau berpisah. Itu merupakan kesan tersendiri dan apa ya sangat menyentuh,” kenang Ahmad.

Selain EMT dari Indonesia, Muhammadiyah menurutnya juga menggerakkan relawan dari kader-kader Persyarikatan yang sedang berada di Turki. Kegiatan yang dikerjakan mulai dari penyaluran logistik dan bantuan kemanusiaan, tim penerjemah, pendampingan medis, hingga psikososial.

Lazismu Turki sendiri kata dia telah mendonasikan sebesar 400 juta rupiah. Sedangkan untuk 704 paket logistik berupa makanan dan hygiene kit sudah disalurkan kepada sekira 1.012 orang.

Pasca respon pokok di atas, Muhammadiyah Turki menurutnya juga menyusun beberapa program lanjutan. Antara lain penyediaan masjid dari kontainer, kado Ramadan, hingga penyediaan air bersih.

Terkait keberadaan Rumah Sakit Darurat milik Muhammadiyah, Ahmad mengatakan bahwa para penyintas sangat gembira. Bahkan RS darurat tersebut terus didatangi kendati jam layanan sudah selesai.

“Rumah Sakit darurat pelayanannya mereka sangat senang karena bagaimana kita berkomunikasi dengan mereka dengan baik. Kemudian melayani, bahkan apabila waktu Rumah Sakit jadwalnya sudah tutup itu tetap kami buka. Tim-tim dari Indonesia tetap membuka dan kami sebagai pendamping juga tetap bersama mereka bahkan ada yang sampai larut malam itu masih melayani,” ungkap Ahmad. (afn)

Sumber: Muhammadiyah.or.id

 

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d